Review Karya Ilmiah LP2M UIN Malang. (Foto: Humas UIN Malang for MalangTIMES
Review Karya Ilmiah LP2M UIN Malang. (Foto: Humas UIN Malang for MalangTIMES

MALANGTIMES - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) terus memompa motivasi dan produktivitas penulisan artikel dosen di lingkungan UIN Malang.

Selain mengadakan workshop, LP2M juga melakukan kegiatan review karya ilmiah pra peneliti belum lama ini.

Sekretaris LP2M Ahmad Abtokhi MPd mengatakan bahwa kegiatan review tersebut diperuntukkan bagi dosen peneliti yang telah menyelesaikan kegiatan penelitiannya pada tahun 2019.

"Selain itu juga memberikan pengetahuan dan bimbingan praktis agar artikel bisa masuk dan terindek di jurnal internasional bereputasi," jelasnya.

Oleh karenanya, hampir sepenuhnya acara tersebut dihadiri para dosen peneliti dari berbagai fakultas.

Dalam kegiatan tersebut LP2M mendatangkan dua orang pakar publisher artikel di jurnal bereputasi. Dua pakar tersebut yakni Dosen Universitas Brawijaya Malang Prof Muhaimin Rifa'i PhD Med Sc dan Dosen Universitas Airlangga Surabaya Prof H Hery Purnobasuki Drs MSi PhD.

Dalam arahannya, Prof. Muhaimin menjelaskan tentang cara mengecek tingkat Quartile (Q) sebuah jurnal melaui aplikasi atau laman ScimagoJr di www.scimagojr.com. Quartile (Q) menunjukkan peringkat sebuah jurnal.

"Terdapat empat tingkat Quartile (Q) sebuah jurnal, yaitu: Q1, Q2, Q3, dan Q4. Tingkat tertinggi adalah Q1 dan terendah adalah Q4," terangnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan tentang teknik uji kualitas bahasa suatu artikel, yakni melalui grammarly.

Grammarly, kata dia, merupakan aplikasi yang secara otomatis mendeteksi potensi tata bahasa, ejaan, tanda baca, pilihan kata, dan kesalahan gaya dalam penulisan, mengikuti resep linguistik umum.

“Hasilnya memang tidak sempurna tapi cukup membantu. Dan ini biasa saya gunakan untuk check artikel yang berbahasa Inggris,” ungkap Profesor di bidang Imunologi itu.

Sementara itu, Prof Hery Purnobasuki lebih menekankan pada pemahaman dasar tentang penulisan artikel yang baik dan benar sekaligus tips dan triknya sehingga bisa terindeks di jurnal scopus.

Namun demikian, dosen yang juga merupakan salah satu guru besar UNAIR ini menyampaikan bahwa semua proses harus dimulai step by step.

"Jadi semua penulis artikel mesti sabar dan belajar pede," tandasnya.

Untuk bisa submit di jurnal internasional, menurut Hery, bisa melalui keterampilan menulis, bahasa, dan selalu update informasi literasi jurnal.

"Saya yakin dosen di sini bisa asalkan terus berusaha, belajar menulis, menikmati proses hingga melakukan revisi berkali-kali," tukasnya.