Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto (Hendra Saputra)
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang menyambut baik keinginan para pemain Arema FC yang berharap adanya lapangan khusus latihan. Rencananya, lahan di wilayah Kecamatan Kromengan siap dibangun untuk pusat latihan tim Singo Edan.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Ketua Dewan DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto yang akan segera membicarakan hal ini bersama stakeholder lainnya.

Sebelumnya, kapten tim Arema FC Hamka Hamzah mengeluh karena timnya sering berpindah-pindah latihan. Mulai dari Stadion Kanjuruhan, Lapangan Universitas Negeri Malang, Lapangan Balearjosari hingga di lapangan yang ada di wilayah kota dan kabupaten Malang. 

Mendengar keluhan dari tim Arema FC, Didik yang mendengar Pemkab Malang punya lahan sebesar satu hektare kemungkinan bisa dimanfaatkan untuk menjadi lapangan khusus latihan. Tapi ia mengaku hal itu harus dikaji terlebih dahulu. 

"Ada lahan di Kromengan, tapi harus dilihat dulu situasinya memungkinkan atau tidak dipakai lapangan latihan untuk Arema. Sebab, selain lapangan untuk latihan, juga harus dibangun fasilitas penunjang lainnya, seperti tempat istirahat untuk pemain, ruang ganti, dan lain-lain," kata Didik.

Untuk membuat lapangan latihan, terutama untuk tim besar seperti Arema FC membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karenanya ia ingin ada sinergi dari stakeholder terkait dan manajemen Arema FC.

Dan bisa saja, dana pembangunan itu diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, tak semuanya bisa terpenuhi oleh APBD, sehingga butuh tambahan sumber dana lain, semisal dari pihak ketiga alias sponsor.

"Misalnya untuk biaya perawatan, kalau manajemen Arema sanggup, kami siap untuk menyiapkan lahannya, istilahnya bagi tugas," katanya.

Didik pun mengaku bahwa untuk pembangunan lapangan latihan yang menggunakan dana APBD tidak bisa langsung pada tahun ini ataupun tahun 2020 mendatang. 

"Paling cepat bisa dilakukan pada tahun 2021, karena tahun 2020 defisit cukup besar, di samping DAU kami kurang. Tahun depan juga bersamaan dengan Pilkada, sehingga kami harus memilih mana yang harus diprioritaskan. Bukannya sektor olahraga tidak jadi prioritas, tapi ada sesuatu yang lebih penting sifatnya," pungkasnya.