Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Polemik pembangunan proyek mercusuar di Kota Malang masih terus berlanjut. 

Baca Juga : Target Agustus, Mal Pelayanan Publik Kota Malang Dimungkinkan Molor

Terutama rencana pembangunan Malang Creative Center (MCC) yang direncanakan menelan anggaran sebesar Rp 125 Miliar pada APBD 2020.

Penetapan anggaran yang tak kecil itu pun kemudian menuai banyak respons dari masyarakat. 

Warga Kota Malang sebagian malah belum mengetahui besaran anggaran yang ditetapkan dalam rencana pembangunan MCC tersebut.

"Udah pernah dengar sih kalau akan bangun MCC. Tapi baru tahu juga kalau ternyata anggarannya besar. Saya fikir akan dibangun sederhana saja," kata Anggun, warga Kecamatan Tlogomas pada MalangTIMES.

Menurutnya, upaya pemerintah Kota Malang untuk membuat bangunan yang dikhususkan bagi pelaku ekonomi kreatif sangatlah bagus.

Karena selama ini, tak sedikit pelaku ekonomi kreatif yang berkembang di Kota Pendidikan ini.

"Tapi kalau anggarannya sebesar itu dengan bangunan yang lumayan megah saya belum kebayang. Saya fikir sederhana begitu," imbuhnya.

Sementara itu, Warga Kelurahan Bunul, Elvi Ningrum berpendapat jika upaya Pemkot Malang membangun sebuah gedung baru bagi pelaku ekonomi kreatif merupakan kabar bahagia. 

Dia sebagai pelaku ekonomi kreatif merasa sangat senang.

Karena selama ini, ada begitu banyak masalah yang dia hadapi saat memasarkan produknya.

Dengan adanya pusat ekonomi kreatif, dia berharap produksi ekonomi kreatif yang ia buat mampu berkembang lebih pesat lagi.

"Saya belum tahu kalau akan dibangunkan gedung delapan lantai dengan anggaran sebesar itu. Tapi kalau itu bangunannya memang untuk menampung kami para pelaku ekonomi kreatif kami sangat senang," jelas dia.

Ketika MCC benar-benar akan dibangun, perempuan berhijab ini mengharapkan agar Pemkot Malang menampung seluruh pelaku ekonomi kreatif dengan  baik. 

Baca Juga : Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19 Mulai Disalurkan, Pemkot Malang Buat Skema Baru

Selain itu tidak hanya memfokuskan pada beberapa komunitas ekonomi kreatif saja.

"Komunitas ekonomi kreatif di Kota Malang banyak banget. Kalau memang MCC dibuat, harapannya tidak hanya mencakup satu dua komunitas saja," jelas dia.

Sebelumnya, rencana pembangunan MCC sempat mendapat perhatian khusus dari DPRD Kota Malang periode 2019-2024

Pasalnya, anggaran yang ditetapkan dinilai sangat besar dibandingkan dengan anggaran gedung kreatif di banyak kota lain.

Dalam KUAPPAS, anggaran MCC sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 185 Miliar. 

Penggunaan anggaran itu direncanakan untuk diselesaikan dalam APBD 2020 sebesar Rp 125 Miliar, dan sisanya di 2021.

Namun anggota DPRD Kota Malang sebelum penetapan APBD 2020 menegaskan agar anggaran pembangunan MCC tak lebih dari Rp 125 Miliar. Sehingga, pembangunan MCC dilakukan hanya dalam satu tahun anggaran dan tak lagi ada tambahan.

"Dewan minta Rp 125 Miliar selesai dan fungsional. Jadi tidak ada lagi ada tambahan apapun," tegas Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto menjelaskan jika Pemkot Malang telah membentuk tim khusus. 

Tim tersebut akan melakukan penghitungan secara teknis terkait beberapa hal yang bisa dikurangi. Pekan ini ditargetkan tim telah menyelesaikan tugasnya.

"Secepatnya akan dilakukan penghitungan. Beberapa hal yang tidak penting bisa dihapuskan. Tapi untuk lantai tetap delapan lantai, karena itu berkaitan kerangka acuan kerja (KAK) sebagai dasar lelang DED," pungkasnya.