Novel Baswedan versus Dewi Tanjung. (Ist)
Novel Baswedan versus Dewi Tanjung. (Ist)

MALANGTIMES - Menjelang deadline penuntasan misteri kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan, yakni awal Desember 2019, masyarakat kembali dibuat heboh dengan adanya pernyataan dari kader PDI-Perjuangan Dewi Tanjung.

Dewi menuding, kasus penyiraman yang membuat rusak mata Novel hanyalah rekayasa. Dirinya juga menantang Novel untuk membuktikan kebenaran atas kasus yang hampir sekitar 2,5 tahun tak terungkap siapa aktor atau pelakunya tersebut.

Tak hanya itu. Caleg yang gagal melenggang ke Senayan itu pun melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya, Rabu (6 November 2019) lalu, dengan tuduhan rekayasa kasus yang menimpa dirinya sendiri.

Pernyataan Dewi itu sontak membuat heboh warganet. Ada sekitar 19,7 ribu warganet yang 'membombardir' pernyataan Dewi dengan tagar #TangkapDewiTanjung. 

 "POLRI harus #TangkapDewiTanjung karena jika Polisi memproses laporan DT ini. Maka akan berbuntut panjang n akn melibatkan pihak2 yg selama 2 thn ini trlibat dlm penanganan n penyelidikn kasus ini. Sperti Kapolri, TPF, KomnasHAM termasuk Presiden yg mengintrusikan," ucap @Jean_Aprilia97, Sabtu (9/11/2019).

Senada, akun @SholehanLatundo terlihat geram dengan pernyataan dan tindakan Dewi. Dirinya mencuitkan, "Fitnah! Ini kejam. Lebih kejam dari pembunuhan. Adili orang ini, #TangkapDewiTanjung."

"Aku akan menantang terus. Aku atau kamu yang melaporkan ke polisi. Kalau kamu tidak berani, berarti apa yang selama ini diduga oleh masyarakat dan aku itu benar," ucap Dewi dalam video yang diunggahnya lewat YouTube terkait dugaan rekayasa penyiraman air keras ke Novel, 28 Oktober 2019 lalu.

Tantangan itulah yang akhirnya membuat Novel pun bereaksi dan akan melaporkan balik Dewi melalui tim advokasinya ke kepolisian. "Ngawur itu," ucap Novel yang senada dengan pernyataan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Alghiffari Aqsa.

"Ngawur. Ini tindakan yang sudah mengarah pada fitnah dan merupakan tindakan di luar nalar dan rasa kemanusiaan," ucap Aqsa mewakili tim advokasi Novel.

Laporan balik dari Novel ke Dewi mendapat dukungan penuh warganet. Seperti diwakili oleh akun @4smara_1701. "Dukung pak NB (Novel Baswedan, red) melaporkan balik politisi seperti ini. Dewi Tanjung jelas menyebar berita bohong yg membuat bingung, resah dan gaduh masyarakat," cuitnya.

Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Mudzakir pun mendukung langkah Novel melaporkan Dewi ke kepolisian. Dia bahkan mendorong Novel melakukan perlawanan serius. Salah satunya melalui gugatan perdata, selain pidana terkait pencemaran nama baik Novel maupun berbagai pihak lainnya, seperti para dokter yang menangani perawatan Novel selama ini.

"Ini dari mana dia bisa bilang rekayasa, itu yang bingung. Yang memeriksa dokter dan sebagainya, apa memang dokter juga rekayasa. Mestinya kan pelapor nanya dulu kepada dokter-dokter yang memeriksa baru menyimpulkan," ucapnya seperti dikutip Liputan6.com. 

Bukan hanya dokter atau rumah sakit yang namanya bisa tercemar dengan pernyataan Dewi yang menyebut kasus itu sebagai rekayasa. Tapi juga kepolisian sampai Presiden Jokowi yang meminta agar kasus Novel bisa segera diungkap dengan target awal Desember 2019 kepada kapolri baru.

 "Tuduhan Dewi Tanjung ada REKAYASA di Kasus penyiraman Novel Baswedan secara tidak langsung ikut melibatkan Pak @jokowi. Krn sdh jelas pemerintah meminta Polri segera menuntaskan kasus yg berarti tidak Rekayasa disini," cuit @Datuk_T4mburin