Sidak ke TPA Supit Urang, Wali Kota Malang Mantapkan Proyek Sanitary Landfill

MALANGTIMES - Proyek Sanitary Landfill yang bakal diterapkan sebagai salah satu upaya dalam mengatasi permasalahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kecamatan Sukun, Kota Malang segera dijalankan.

Produksi sampah yang kian menjulang tinggi dengan pasokan setiap harinya mencapai 600 ton tersebut bukan tidak mungkin akan mencemari lingkungan.

Karenanya, guna menyeriusi proyek tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa lokasi area, hari ini (Jum'at, 8/11). Yakni, mengambil 4 empat sasaran di TPA Supit Urang, kantor Kelurahan Mulyorejo, puskesmas Mulyorejo dan pasar Lowokwaru.

Sidak kali ini dalam rangka untuk mendapatkan gambaran dari titik himpun akhir sampah, titik layanan perkantoran (publik), layanan kesehatan dan pusat perbelanjaan.

"Kita mencermati bahwa Kota Malang adalah kota urban. Banyak peminat dan dikunjungi, juga dijadikan pilihan tempat tinggal hingga pilihan dalam menempuh pendidikan. Ke depan volume sampah akan semakin tinggi dan pasti jadi masalah tersendiri kalau tidak ada langkah penanganan dan pengelolaan secara terpadu," ujar Sutiaji.

Ia menjelaskan, langkah awal yang terus digalakkan yakni dengan membangun dan memberikan edukasi budaya bersih kepada masyarakat. Salah satunya dengan melakukan pemilahan jenis sampah di lingkungan dan rumahnya masing-masing."Paling tidak mulai tingkat rumah tangga, tertib waktu pengambilan sampah dan tentu tidak berperilaku membuang sampah tidak pada tempatnya," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, pria yang akrab disapa Aji ini juga terus mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang untuk menguatkan model TPA dengan sistem penguraian (usefull system). "Artinya (ke depan) tidak ada lagi pola sampah ditumpuk ditimbun, begitu terus terusan, dan berganti dengan mendaur atau menjadikan sampah itu sebagai energi yang terbarukan (terurai)," tandasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Malang Rinawati menambahkan saat ini proyek Sanitary Landfill yang telah dikerjakan akan selesai pada akhir 2019 mendatang. Proyek yang menelan biasa Rp 195 miliar dari perusahaan Jerman dan Kementerian PUPR itu ke depan paling tidak mampu untuk menampung sampah di TPA Supit Urang selama kurang lebih 6-7 tahun.

Proyek ini dinilai aman bagi lingkungan sebagaimana telah direkomendasikan pemerintah pusat. Karena menerapkan teknologi pencegahan pencemaran yaitu pengurugan dan pengelolaan air lindi (leachate) dan penangkapan gas methan yang bisa dimanfaatkan untuk sumber energi seperti, kompor masak, dan yang lainnya.

"Tapi hal itu juga tetap harus dengan menjalankan pola pemilahan sampah sejak di tingkat rumah tangga. Tidak bisa semua ditumpahkan ke sini (TPA Supit Urang). Karenanya terus kita hidupkan Pusat Daur Sampah, rumah komposting dan juga Bank Sampah Malang," ungkapnya.

Top