Kesepakatan Sudah Ada, Disdag Tetap Tunggu Hasil Kajian Konstruksi ITS untuk Pasar Besar

MALANGTIMES - Pasca-inspeksi mendadak (sidak) oleh Komisi B DPRD Kota Malang beberapa waktu lalu, kondisi Pasar Besar memang dinilai memprihatinkan. Keadaan yang kurang terawat dan fasilitas yang mulai rusak kerap dikeluhkan para pedagang.

Hal itulah yang menjadikan legislatif mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk segera menyelesaikan polemik pembenahan Pasar Besar yang tak kunjung menemukan hasil itu.

Pemkot Malang sebetulnya telah melakukan upaya untuk mempercepat proses revitalisasi. Misalnya uji forensik dengan melibatkan berbagai kampus, termasuk Universitas Brawijaya. Kemudian teranyar yang tengah dalam tahap kajian konstruksi dengan melibatkan tim independen dari Institut Teknologi Surabaya (ITS).

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang Wahyu Setianto menyatakan, kesepakatan dari Pemkot Malang dan manajemen Matahari Department Store telah memutuskan kajian yang akan diambil dari tim independen ITS. Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu hasil keputusan yang terbaik bagi pembenahan Pasar Besar.

"Sudah ada kesepakatan. Apapun hasilnya nanti, yang akan dipakai dari tim independen kajian konstruksi ITS," ujarnya.

Diketahui, Pasar Besar Kota Malang masih terikat perjanjian kerja sama dengan pihak Matahari Department Store hingga 2034. Karena itu, hasil kajian konstruksi masih harus menunggu kedua pihak.

Terkait apakah hasilnya nanti Pasar Besar akan dilakukan revitalisasi total atau hanya dibenahi dalam penguatan struktural saja, Wahyu menjelaskan hal itu menunggu manajemen Matahari Department Store dan tim independen ITS.

"Kami terus melakukan komunikasi. Hasilnya seperti apa masih belum diketahui. Apakah nanti cukup struktur bangunan itu dikuatkan saja atau akan dibongkar. Urusan ITS itu juga ada di pihak Matahari," tandas nya.

Top