Mahasiswa Unisma Bongkar Keterkaitan ‘Psikologi dan Seni’ di Coffee Times

MALANGTIMES - Berawal dari latar belakang hilangnya sastra dan seni dalam psikologi sastra, menjadi pembahasan seru, menarik, dan penting yang dikupas tuntas dalam Diskusi Budaya ‘Psikologi dan Seni’ di Coffee Times, Terminal Kopi Malang, Kamis (7/11/2019).

“Rata-rata saya baca penelitian itu banyak yang melupakan sastra, padahal di situ yang dibahas adalah psikologi sastra. Sehingga sangat disayangkan,” ungkap Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia PBSI-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam (Unisma) Malang, Khoirul Muttaqin.

Ia menambahkan, sejauh ini banyak khususnya para mahasiswa terlalu fokus pada psikologi.

Padahal mereka merupakan Jurusan dari Bahasa dan Sastar, sehingga sangat penting menyadarkan melalui diskusi tersebut.

“Di sini mahasiswanya terlalu fokus, jadi melalui diskusi ini saya ingin menyadarkan mahasiswa, jangan sampai menghilangkan sastranya,” imbuhnya.

Sama halnya dengan psikologi seni, lanjut Irul, banyak yang menghilangkan seni. 

Padahal seni itu tidak bisa dipisahkan dengan psikologi.

“Psikologi ilmu kejiwaan, sedangkan kejiwaan itu tidak bisa dipisahkan dari seni. Contohnya Lukisan Leonardo da Vinci yaitu Mona Lisa, semua dari kejiwaan yang kemudian menjadi sebuah seni,” tambah pria 30 tahun ini.

Menurutnya, melalui Diskusi Budaya ini agar mahasiswa tidak meninggalkan sastra dan seni.

Karena itu penting disampaikan psikologi seni dan sastra agar khususnya para mahasiswa ini tidak lagi salah jalur.

“Harapannya dengan acara ini Diskusi Budaya ini bisa menyadarkan mahasiswa supaya tidak terfokus akan psikologinya saja, tapi penting sastra dan seni,” harapnya.

 

Top