Dinas Pendidikan Kota Malang Raih Penghargaan Apresiasi Sekolah Sahabat Keluarga Terbanyak

MALANGTIMES - Pendidikan keluarga di Kota Malang telah dilaksanakan sejak tahun 2017. Untuk itu, tahun ini, pendidikan keluarga telah ketiga kalinya dilaksanakan.

Konsistensi Kota Malang dalam melaksanakan pendidikan keluarga membuatnya meraih Penghargaan Apresiasi Sekolah Sahabat Keluarga terbanyak pada tahun ini

Sekolah yang menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut berjumlah 4, di antaranya SMP Islam Sabilillah Malang, SD Insan Amanah Kota Malang, SDN Pandanwangi 1 Malang, dan SDN Sawojajar 6 Malang.

Jumlah penghargaan tersebut mengalami kenaikan. Sebab setahun sebelumnya, Dinas Pendidikan menerima 3 penghargaan Apresiasi Sekolah Sahabat Keluarga.

Sekretaris Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Keluarga Pudjianik SP MPd menyampaikan, pada intinya, program pendidikan keluarga menekankan bahwa pendidikan keluarga itu yang utama dan pertama.

"Serta melihat keterlibatan orang tua atau keluarga dalam kegiatan pembelajaran di sekolah," ucapnya kepada MalangTIMES, Kamis (7/11/2019).

Terdapat banyak indikator yang membuat Kota Malang menerima penghargaan terbanyak di tahun ini.

Yang utama, kata Pudjianik, pastinya karena kepedulian dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM untuk bisa mensosialisasikan program pendidikan keluarga.

"Program pendidikan keluarga memang masih termasuk baru dibanding dengan kegiatan lain, kan Direktorat Pendidikan Keluarga itu yang paling baru, adanya tahun 2016," jelasnya.

Program yang dilakukan sekolah ada banyak. Beberapa di antaranya adalah Parenting Class. Dalam Parenting Class, ada orang tua siswa yang mengajar di kelas.

"Ada juga yang kelas inspiratif di mana ada orang tua yang memiliki profesi tertentu sehingga mereka menjadi narasumber di sekolah itu untuk bisa memberikan dorongan kepada peserta didik supaya bisa mendapatkan keberhasilan seperti yang mereka peroleh saat itu," lanjutnya.

Ada lagi Kelas Orang Tua, di mana sekolah, di samping memberikan pelajaran kepada anak didik, juga kepada orang tuanya.

Selain itu, ada pula Pentas Akhir Tahun. Di mana di situ anak-anak ada kesempatan untuk bisa menampilkan suatu karyanya dan orang tua juga ikut dalam kegiatan itu tersebut.

"Jadi bukan hanya anak didik yang tampil, tapi juga ada orang tuanya yang memberikan dukungan dalam bentuk tertentu," imbuhnya.

"Jadi pada intinya, Sekolah Sahabat Keluarga itu lebih menekankan bagaimana keterlibatan orang tua dalam kegiatan pembelajaran di sekolah," tandasnya kemudian.

Tak hanya itu, Dinas Pendidikan juga mempunyai Pokja atau Kelompok Kerja Pendidikan Keluarga.

"Ini program memang dari APBN. Jadi langsung diberikan kepada daerah untuk bisa membentuk kelompok kerja pendidikan keluarga," terangnya.

Di sini, Pokja mendampingi sekolah-sekolah atau mensosialisasikan tengang Sekolah Sahabat Keluarga tersebut.

"Semua sekolah itu pada prinsipnya sudah melaksanakan hal-hal yang menjadi penilaian. Tetapi mereka terkadang tidak mendokumentasikan secara bagus. Jadi Pokja mendampingi," timpalnya.

Di sini juga dilibatkan mitra samping, seperti BNN, Kepolisian, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), hingga Dinas Kesehatan.

"Itu juga menjadi unsur penilaian dari Sekolah Sahabat Keluarga itu," imbuhnya.

Pada prinsipnya, kata Pudjianik, semua di Kota Malang sudah melaksanakan program pendidikan keluarga ini, hanya belum terdokumentasi.

"Sehingga dengan adanya Kelompok Kerja Pendidikan Keluarga yang terdiri atas Kepala Bidang, Kasi, Pengawas SD SMP, Penilik untuk pendidikan nonformal, mereka ini melakukan pendampingan ke sekolah-sekolah itu untuk menekankan pentingnya pendidikan keluarga," tegasnya.

Top