Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung (Hendra Saputra)
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Banyaknya kerusuhan yang terjadi di persepakbolaan nasional membuat Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung ingin Aremania bisa menjaga harkat dan martabat Malang Raya sebagai wilayah yang cukup aman.

Baca Juga : Kontroversi, Prestasi, hingga Mundurnya Ratu Tisha dari Sekjen PSSI

Kerusuhan terakhir yang terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya dan Stadion Mandala Krida Yogjakarta membuat Polres Malang sangat waspada untuk saat ini. Terlebih Arema FC juga masih banyak pertandingan kandang yang harus dijalani di Liga 1 2019.

"Kejadian di tempat lain adanya suporter yang tidak mendukung timnya saya harap tidak terjadi di Malang. Saya harap menjadi suporter (Aremania) yang dewasa, jangan menjadi suporter yang kampungan," ujar AKBP Yade Setiawan Ujung.

Lebih dari itu, Yade Setiawan Ujung berharap Aremania bisa mengubah mindset masyarakat yang menilai menonton sepak bola di stadion adalah hal yang berbahaya karena dapat menimbulkan kerusuhan. "Mari ciptakan mindset orang bagaimana Aremania itu bagus di mata orang luar sana, jangan sampai orang di luar itu sampai takut dan horor ketika ingin menyaksikan sepak bola di stadion," tegasnya.

Selain itu, banyaknya Aremania yang mengalami musibah kecelakaan usai melihat Arema FC bertanding menjadi perhatian khusus dari AKBP Yade Setiawan Ujung. Ia menilai saat ini masih banyak Aremania yang tidak sadar akan keamanannya dengan enggan menggunakan helm ketika perjalanan pergi atau pulang dari Stadion Kanjuruhan. 

Baca Juga : Libur Karena Covid-19, Kiper Persita Mulai Bosan

"Saya enggak tahu ya, apakah Aremania yang tidak pakai helm itu ingin mempertontonkan rambut barunya atau bagaimana," katanya.

"Saya harap ada perubahan, minimal dalam pertandingan Arema FC dalam satu bulan pertama ini misal ada pertandingan lima kali memakai helmnya dua kali, lalu bulan berikutnya bisa tiga kali dan seterusnya semoga menjadi kebiasaan," imbuhnya mengakhiri.