Soal Jembatan Muharto, Dewan Ingin Pemkot Beri Solusi Cepat

MALANGTIMES - Jembatan Muharto yang mengalami kerusakan parah memang belum bisa mendapatkan perbaikan.  Itu lantaran anggaran perbaikannya  belum masuk dalam APBD 2020.

Namun, melihat banyaknya pengendara yang melewati area tersebut hingga nekat menerobos palang besi -yang dipasang agar kendaraan berat dan besar tidak melewati jembatan itu-  dinilai cukup mengkhawatirkan. Bayangkan saja, palang yang terpasang itu sebagai pembatas agar kendaraan besar bertonase lebih dari 3 ton dilarang melintas. Tapi hingga kini masih saja ditemukan pelanggaran. Bahkan, beberapa kali palang itu patah karena ditabrak.

Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Lookh Mahfudz menyatakan rasa prihatin akan hal tersebut. Dia menilai kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat sangat diperlukan untuk memberikan solusi cepat akan kondisi Jembatan Muharto saat ini.

"Pemerintah harus hadir di situ. Belum lagi kemacetan dan sebagainya. Pertimbangan safety bagi pengguna jalan itu amat penting. Saya berharap pemerintah punya jalan itu," ujar dia.

Langkah cepat yang bisa diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Malang saat ini yakni dengan mengupayakan perbaikan melalui dana tak derduga. Sebab, Jembatan Muharto telah dinilai emergency.

"Ada dana tak terduga. Artinya pos anggaran itu saya kira cukup. Paling tidak saat ini langkah cepatnya itu. Ya semacam untuk perbaikan yang dianggap vital dulu. Yang patah disambung dulu atau diapakan dengan kekuatan yang terukur," imbuh Lookh.

Hingga saat ini, diketahui Jembatan Muharto memang mengalami keretakan. Bahkan sudah mulai ada goncangan ketika melewatinya. Sayangnya, kesadaran masyarakat masih juga belum teratasi. Selama pemasangan palang pembatas itu, sudah 13 kali terjadi penerobosan paksa hingga palang rusak.

"Inilah yang saya rasa kalau menunggu kesadaran masyarakat, itu sulit karena akan sama saja. Tapi pemerintah harus melakukan langkah utam penyelamatan terhadap pengguna jalan," tandas Lookh. 

Top