Ilustrasi pendidikan vokasi di era industri 4.0 (Ist)
Ilustrasi pendidikan vokasi di era industri 4.0 (Ist)

MALANGTIMES - Lima sekolah di wilayah Kabupaten Malang terus dipersiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk jadi rujukan nasional dalam pendidikan vokasi dan Kebencanaan. Kelima sekolah tersebut adalah SDN 3 Sumberpucung, SDN 3 Turen, SMPN 2 Kalipare, SMPN 2 Lawang, dan SMAN Sumbermanjing Wetan.

Kelima sekolah tersebut telah dipersiapkan sejak tahun 2018 lalu melalui pendampingan dari tim Kemendikbud. Dengan tahap awal di tahun lalu terkait penyiapan perangkat dan tahun 2019 ini adalah penguatan implementasi kurikulum muatan lokal (mulok) vokasi dan risiko kebencanaan.

"Untuk tahun ini memang dilakukan kembali pendampingan penguatan mulok vokasi dari pusat kurikulum dan pembelajaran Balitbang Kemendikbud. Ini merupakan tindaklanjut dari tahun lalu, dimana di tahap ini akan digali best-practice (praktik cerdas) untuk dijadikan model secara nasional," ucap Rachmat Hardijono Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang melalui Kasi Kurikulum SD Siti Fatimah, Rabu (6/11/2019).

Siti melanjutkan, sekolah-sekolah binaan ini melakukan persiapan awal seperti membuat visi misi dan mencari potensi unggulan di daerah masing-masing. Setelah itu, akan dilakukan peninjauan (survei) terkait potensi lokal yang sudah tercantum di visi-misi tersebut. Dimana lewat survei itulah nantinya akan ditemukan praktik cerdas dari lima sekolah rintisan Kemendikbud dalam pendidikan vokasi dan kebencanaan.

"Best practices itu nanti yang bisa dijadikan model secara nasional dengan tetap menyesuaikan kekhasan lokal," ujarnya yang juga menyampaikan, di tahun 2020 datang akan direncanakan pula pendampingan tahap 3 dari tim Kemendikbud.

Secara umum pendidikan vokasi ditujukan ditingkatan perguruan tinggi atau di bawahnya yaitu SMA/SMK. Tapi dengan kondisi dunia pendidikan saat ini yang terus berubah cepat, pendidikan vokasi pun mulai diperkenalkan di satuan pendidikan dasar. Dengan tujuan menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan dalam menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, untuk nilai yang lebih luas di dalam masyarakat.

Hal ini diperjelas oleh Kurniawan, koordinator fasilitator pendamping pusat kurikulum dan pembelajaran Balitbang Kemendikbud, yang menyatakan, pendidikan vokasi akan menghasilkan best-practice walau diterapkan di sekolah dasar. 

"Yakni bila kurikulum dan bahan ajar dipersiapkan sesuai dengan jenjang peserta didik. Sebenarnya mulok vokasi ini bisa diintegrasikan di mata pelajaran apa saja. Jadi intinya adalah pada kurikulum, perangkat pembelajaran, rencana kegiatan dan bahan ajar," urainya.

Atas hal itu, Kemendikbud yang telah merintis lima sekolah di Kabupaten Malang, di tahun 2018 lalu, kini melanjutkannya untuk penguatan melalui implementasi kurikulum mulok yang sesuai dengan kekhasan dan potensi lokal yang ada.

Selain penguatan kurikulum mulok melalui workshop, lanjut Kurniawan, tim fasilitator melakukan pendampingan dengan kunjungan ke tiap sekolah rintisan. Penguatan mulok ini diharapkan bisa tertanamkan karakter tekun dan keseriusan anak-anak, kolaborasi dan inovasi melalui kegiatan vokasional yang dilakukan. 

"Harapan besarnya akan lahir best-practice dari lima sekolah rintisan ini yang akan bisa jadi model nasional. Untuk itu tentu kita berharap banyak dukungan pemerintah daerah dan lintas sektoral lainnya untuk mewujudkan ini," pungkas Kurniawan.