Kukuh Pertahankan Proyek MCC, Pemkot Malang Klaim Ekraf Beri Kontribusi Siginifikan

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersikukuh melaksanakan pembangunan Malang Creative Centre (MCC) pada 2020 mendatang. Padahal, urgensi proyek dengan anggaran Rp 125 miliar itu masih dipertanyakan. 

Salah satu yang dijadikan dalih pemkot mengegolkan proyek mercusuar itu adalah terkait penyematan Kota Malang sebagai Kota Kreatif Indonesia. Pemkot juga mengklaim bahwa ekonomi kreatif (ekraf) memiliki kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Malang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto menegaskan, rencana pembangunan MCC bukan sekadar pemenuhan janji politik wali kota dan wakil wali yang tertuang dalam visi mereka. Menurutnya, keberadaan MCC juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat basis ekraf.

Sebab menurut Wasto, ekraf mampu menyumbang PDRB sangat besar dan cukup signifikan. Hal itu menjadi alasan mengapa MCC dibuka untuk memberi penguatan pada 16 subsektor ekonomi kreatif yang digarap Pemkot Malang.

"Alasan lain di Kota Malang pengangguran terbuka sangat tinggi. Ketika ada MCC, akan dapat mengurangi itu dan dapat meningkatkan kreativitas anak mudanya," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, alasan lain yang menguatkan Pemkot Malang dalam membangun MCC adalah untuk melakukan pembinaan kepada UKM, UMKM, dan semua jenis usaha ekraf. Karena saat ini, jumlah usaha kreatif di Kota Malang terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Dan semuanya itu diperlukan sarana prasarana," jelas Wasto.

Meski demikian, hingga saat ini tampaknya belum ada data resmi terkait sumbangan ekraf terhadap PDRB Kota Malang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa PDRB Kota Malang pada tahun 2018 mencapai 67,93 triliun rupiah atas dasar harga berlaku (ADHb). 

BPS mencatat hampir 30 persen perekonomian Kota Malang ditunjang oleh sektor perdagangan. Sedangkan untuk industri pengolahan sedikit mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun sebelumnya.

Sektor perdagangan besar dan eceran seperti reparasi mobil dan sepeda motor mengalami pertumbuhan dari 28,47 persen pada 2014 menjadi 29,91 persen pada 2018 lalu. Angkanya mencapai Rp 20,31 triliun atau nyaris sepertiga dari total PDRB Kota Malang. 

Sementara untuk sektor industri pengolahan justru menunjukkan penurunan. Dari 27,14 persen pada 2014 menjadi 25,38 persen pada 2018, dengan nilai Rp 17,24 triliun. 

Angka pertumbuhan tertinggi tampak pada sektor jasa perusahaan yang naik 7,84 persen, jasa kesehatan 7,32 persen, serta real estate 7,01 persen. Belum ada angka yang khusus mengenai sumbangan ekraf. 

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika sebelumnya menyampaikan jika pembangunan MCC tak terlalu mendesak dibandingkan pembangunan Jembatan Muharto yang kini mengalami kerusakan.

Namun sayangnya, MCC sudah disepakati untuk dianggarkan dalam periode dewan sebelumnya. Sehingga, mau tak mau rencana tersebut harus terus dijalankan sebagaimana kesepakatan yang dibuat. 

Meski begitu, Made menyebut jika ada beberapa catatan yang diberikan kepada eksekutif dalam rencana pembangunan MCC. "Ada banyak catatan dan itu harus disepakati. Kami sempat mau tolak karena anggarannya besar Rp 185 miliar. Tapi kami sepakat Rp 125 miliar saja dan harus selesai dan fungsional di 2020. Nggak boleh ada tambahan lagi di 2021," tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menegaskan jika pembangunan MCC tak terlalu mendesak. Namun, dia tetap mendukung upaya Pemkot Malang untuk memberi ruang kepada komunitas kreatif di Kota Malang untuk memperkuat basis ekraf. 

Sebagai informasi, MCC merupakan salah satu mega proyek yang direncanakan Pemkot Malang untuk digarap pada 2020 mendatang. Anggaran yang diproyeksikan awal sebesar Rp 185 miliar dan dalam tahap awal dianggarkan sebesar Rp 125 miliar untuk diselesaikan pada 2020. Sementara sisanya dituntaskan pada 2021.

MCC akan memiliki beberapa fasilitas untuk kegiatan pelaku ekonomi kreatif. Direncanakan juga akan dibangun bioskop di dalamnya untuk mendukung penuh sineas film lokal. Di samping itu akan ada tempat pendampingan pemberdayaan pelaku usaha ekonomi kreatif. 

Top