Kurangi Pengaruh Negatif Rentenir, PD BPR Tugu Artha 'Turun Gunung' ke Pasar-pasar

MALANGTIMES - Untuk mengurangi pengaruh rentenir yang memiliki suku bunga tinggi, PD BPR Tugu Artha turun langsung ke pasar-pasar di Kota Malang agar pedagang atau masyarakat tahu tentang manfaat badan usaha milik daerah sehingga tidak terlalu berat saat ingin meminjam uang.

Bertempat di Pasar Gadang Lama Jalan Kolonel Sugiono, PD BPR Tugu Artha membuka layanan untuk para pedagang atau masyarakat yang membutuhkan dana. 

"Alhamdulillah, yang pertama membuka pelayanan di Pasar Gadang Lama, kami kepingin seluruh pasar di Kota Malang ada pelayanan, karena kami kan juga sudah bekerja sama dengan Dinas Perdagangan," ujar Direktur PD BPR Tugu Artha Kota Malang, Nyimas Nunin Anisah. 

Alasan PD BPR Tugu Artha langsung turun ke pasar-pasar di Kota Malang karena juga ada keinginan dari Wali Kota Malang agar mengurangi pengaruh rentenir yang bisa membuat masyarakat resah dengan suku bunga tinggi.

"Ini juga keinginan wali kota untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan rentenir di Kota Malang yang punya suku bunga tinggi, mencekik dan menyusahkan pedagang atau masyarakat, dan BPR Tugu Artha sebagai BUMD Kota Malang menanggapi positif program dari pak wali," katanya.

Nyimas Nunin Anisah mengatakan sebelumnya PD BPR Tugu Artha sudah pernah jemput bola ke pasar-pasar tapi di sekitar kantor di Jl Borobudur No.18, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang.

Tapi sekarang BPR Tugu Artha yang sudah bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Kota Malang akan menyasar ke pasar-pasar di daerah yang di pimpin oleh Drs. H. Sutiaji ini. 

"Memang kami sudah keliling ke pasar-pasar untuk melayani kredit atau tabungan. Dulu sebelum 2015 itu kami sudah keliling pasar tapi yang dekat kantor saja, tapi sekarang kami sudah menyasar 19 pasar. Meski belum banyak pedagang yang menjadi nasabah kami nantinya ada pelayanan bertahap, jadi masyarakat bisa tahu," ungkapnya.

Lebih dari itu, Nyimas Nunin Anisah juga mengatakan bahwa programnya yang disusun adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Hal ini karena PD BPR Tugu Artha memiliki suku bunga yang relatif kecil dan sangat cocok dimanfaatkan warga 'Bhumi Arema'.

"Kami membantu meningkatkan ekonomi masyarakat, ke depannya agar perekonomian masyarakat terus meningkat dan sedikit demi sedikit mengurangi pengaruh rentenir," akunya.

Disinggung mengenai respons pedagang atu masyarakat ketika PD BPR Tugu Artha turun langsung ke pasar-pasar, Nyimas Nunin Anisah mengaku ada sambutan positif dari masyarakat dimana mereka saat ini tidak perlu lagi untuk 'ribet' dalam mengurus persuratan.

"Respons masyarakat sangat baik ya, karena kami kan jemput bola. Misal mereka butuh dana, jika persyaratan lengkap kami kan mengutamakan pelayanan. Jadi bila berkas lengkap satu dua hari lalu kami akan koordinasi dengan kepala pasar, itu bagaimana karakter pedagangnya. Kalau oke ya sudah kami cairkan. Untuk membayar angsuran biasanya mereka nabung setiap hari, jadi jika jatuh tempo waktu bayar akan diambil tabungannya. Jadi keuntungannya mereka tidak perlu meninggalkan pekerjaannya atau meninggalkan dagangannya, dan mereka bisa menabung di pasar karena petugas kami keliling. Dan mereka kan tidak berat juga kalau membayar angsuran karena setiap hari sudah menabung," paparnya mengakhiri.

 

Top