Berpengalaman 10 Tahun di Unit Pidsus, Kajari Baru Komitmen Tuntaskan Kasus Korupsi

MALANGTIMES - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang resmi berganti. Pucuk pimpinan yang sebelumnya dijabat Amran Lakoni, kini ditempati oleh Andi Dharmawangsa. Andi sebelumnya menjabat sebagai Kejari Pare-Pare, Sulawesi Selatan.

Andi Dharmawangsa, memiliki pengalaman yang cukup matang dalam penanganan korupsi. Sebab, selama 10 tahun, ia sudah kenyang merasakan menanggani kasus korupsi di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kasus korupsi terakhir yang ia tangani, saat ia menjabat di Pare-Pare. Dia menanggani kasus korupsi RSUD Andi Makkasau yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp 3,5 miliar.

"Terakhir yang saya tangani kasus korupsi di RSUD Andi Makkasau. Saat ini sudah memasuki masa sidang.  Plt Direktur rumah sakitnya juga menjabat di Dinas Kesehatan (Dinkes). Di situ juga bermasalah. Sebab pengembalian uang kasus satunya dengan menggunakan mata anggaran lain. Jadi tutup lubang, gali lubang," ungkapnya

Sementara itu, setelah menjadi Kajari Kota Malang, dia berkomitmen untu serius dalam melakukan pemberantasan segala macam kasus korupsi di wilayah tersebut. Untuk itu, mengawali sepak terjangnya di Kota Malang, pihaknya akan lebih mengedepankan upaya pencegahan.

"Segala macam upaya akan kita lakukan, termasuk upaya-upaya penyuluhan maupun sosialisasi. Jika masih berbuat (korupsi), tentu akan kita tindak," jelasnya,

Pihaknya akan memanggil Kepala Seksi Pidana (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) untuk melaporkan jalan cerita maupun kronologi kasus-kasus korupsi yang terjadi.

Hal itu tentunya untuk mengetahui Seberapa jauh proses penanganan kasus. Selain itu juga memetakan kendala yang dialami dan potensi pengembangan kasus. "Makanya kami akan panggil Kasi Pidsus untuk melaporkan, bagaimana perkembangan kasus-kasus, nanti kita evaluasi dan segera kami sampaikan," jelasnya pada MalangTIMES.

Di lain sisi, Amran Lakoni, yang kini berpindah ke Gedung Bundar, Kejagung, selama menjabat telah menangani sebanyak lima kasus korupsi. Dua kasus saat ini masih dalam tahap pengembangan, sementara tiga kasus telah ada pelimpahan.

"Saya berharap, Pak Kajari yang baru bisa melanjutkan tugas-tugas kami dengan baik dan hingga tuntas. Selain itu, kami minta untuk semua bersinergi mensupport kinerja Kajari," pungkasnya

Top