Identitas Perusak Portal Jembatan Muharto Dikantongi, Pelaku Wajib Benahi

MALANGTIMES - Portal khusus pembatas kendaraan di Jembatan Muharto kembali mengalami kerusakan. Untuk yang ke 13 kalinya, portal yang terpasang di dua sisi jembatan itu mengalami kerusakan yang parah.

Kondisi itu membuat publik geram. Pasalnya, portal dipasang untuk memberi batasan sesuai dengan kemampuan jembatan menahan beban. Namun sayangnya, masih saja ada pengendara yang tetap nekat menerobos portal saat membawa beban melebihi kapasitas.

"Identitas pelaku perusakan sudah dikantongi. Pelaku pengendara mobil pick up dengan nomor polisi N 8323 EB. Yang bersangkutan sudah ke kantor Dishub dan sudah kami mintai pertanggungjawaban," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Handi Prayitno belum lama ini.

Handi menegaskan, penjagaan ketat di kawasan jembatan terus dilakukan. Ketika ada pengendara yang melanggar aturan rambu lalu lintas akan segera ditindak. Selain itu dia juga meminta bantuan masyarakat sekitar untuk melakukan pengawasan.

Pasalnya, kondisi Jembatan Muharto tidak mengalami kerusakan ringan. Berdasarkan penghitungan yang dilakukan, jembatan tersebut memang memiliki kemampuan maksimal saat menahan beban kendaraan yang lalu lalang.

Berdasarkan hasil forensik tim dari Universitas Brawijaya Malang, menurutnya jembatan masih boleh dilewati. Namun dengan catatan beban tidak melebihi tonasi 30 ton. Itu sebabnya sampai sekarang jembatan masih tetap difungsikan.

"Apalagi di sana arusnya sangat padat kendaraan dan jadi jalur yang banyak dilewati," jelas Handi.

Sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji sempat menyampaikan kegalauannya atas insiden rusaknya portal Jembatan Muharto untuk yang ke 13 kalinya. Karena meski sudah ada papan peringatan, masih ada saja pengendara yang nekat menerobos.

"Pusing saya," katanya.

Dia menyampaikan jika Jembatan Muharto tak dapat ditutup. Lantaran itu merupakan salah satu akses utama yang banyak dilalui. Jika ditutup, maka akan menyebabkan kemacetan di banyak titik lainnya.

"Jika ditutup belum ada alternatif lain, karena itu jalur utama," jelas pria berkacamata tersebut. 

 

Top