Diduga Kabur dari Kewajiban, Kejari Lacak Keberadaan PT Pengelola Aset Gedung Mall Ramayana

MALANGTIMES - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang saat ini terus berupaya melakukan penyelidikan berkaitan perjajian pengelolaan aset Mal Ramayana yang akan berahkir 15 November 2019. Untuk itu, pihak Kejari Kota Malang tengah mencari keberadaan dua PT yang terkait pengelolaan gedung yang diduga belum memenuhi kewajiban pada pihak Pemkot.

Dua PT tersebut, yakni PT Jaya dan PT Sadena Intra Mitra, saat ini masih belum diketahui dimana keberadaannya. Saat dipanggil oleh pihak Kejari Kota Malang, dua PT mangkir dari pemanggilan.

"Kita lakukan pemanggilan dua PT, PT S dan PT J sampai saat ini belum memenuhi panggilan. Termasuk pihak tenant yang juga kami panggil memang mengirimkan orang, namun yang datang orang yang belum bisa memberikan keterangan. Maka kami minta untuk mengirimkan orang yang berkompeten," jelas Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Ujang Supriyadi pada MalangTIMES (5/11/2019).

Tim Penyidik dari Kejari Kota Malang, juga telah mendatangi alamat dua kantor PT tersebut di Jakarta. Namun di sana, petugas kembali mendapatkan hasil nihil. Sehingga upaya pendalaman pihak Kejari saat ini masih mengalami kendala.

"Kita datangi di lokasinya nggak ada, kita datangi di alamatnya yang Jakarta juga tidak ada. Jadi sampai saat ini agak tersendat, upaya meminta keterangan dari mereka(PT) belum kita peroleh," kata Ujang.

Dijelaskan lebih lanjut, jika kerjasama yang terjalin antar pihak Pemkot dan pihak PT J tersebut telah terjalin sejak tahun 1994.  Namun di tengah perjalanan, PT J melimpahkan kerjasama dengan Pemkot tersebut kepada PT S.

"Makanya kita akan koordinasi lagi dengan pihak Pemkot, kita gali kontribusi-kontribusi yang sudah disetorkan atau belum, seperti pajak air tanah, pajak genset, pajak parkir, ada beberapa item kewajiban yang kita dalami. Saya belum bisa menyebutkan nominalnya. Kami minta pihak Pemkot melakukan taxsasi aset tersebut, aset yang dibangun dulu nilai nominal sekian rupiah apakah mengalami penyusutan atau tidak," pungkasnya.

 

 

Top