Dua Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI Diringkus Polisi, Satu Pelaku Masih Buron

MALANGTIMES - Margono warga Dusun Rekesan, Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir dan Jaya Prastya warga Dusun Ngragi, Desa Pandanrejo, Kecamatan Wagir ini hanya bisa pasrah saat digelandang petugas ke kantor Polsek Wagir, Senin (4/11/2019).

Keduanya harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran terlibat aksi pengeroyokan, terhadap anggota TNI AD. Korbannya bernama Mashuri Dusun Rekesan, Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir.

”Ketika diamankan di rumahnya, kedua tersangka mengakui semua perbuatannya. Mereka sudah kami tahan, kasusnya masih dalam tahap penyidikan,” kata Kapolsek Wagir, AKP Sri Widyaningsih, Selasa (5/11/2019).

Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, aksi pengeroyokan terjadi pada Sabtu (2/11/2019) tengah malam. Tepatnya sekitar pukul 22.30 WIB, para pelaku diketahui sedang mabuk lantaran mengonsumsi minuman keras (miras), di lokasi perkampungan dekat rumah korban.

Beberapa saat kemudian, Mashuri mendengar ada suara teriakan dari luar rumahnya. Merasa terganggu, pria 39 tahun itu akhirnya memutuskan untuk keluar rumah dengan maksud mengingatkan segerombolan orang yang sedang membuat kegaduhan tersebut.

Setibanya di depan rumah, korban melihat ada salah seorang yang tidak dikenal dalam kondisi berlumuran darah di bagian kepalanya. Mengetahui kejadian tersebut, Mashuri berinisiatif untuk menyuruh segerombolan orang yang diduga mabuk itu untuk pergi meninggalkan lokasi kejadian.

Bukannya mengindahkan imbauan tersebut, segerombolan orang itu justru semakin berteriak-teriak. Tidak lama berselang, beberapa di antaranya memilih untuk menghampiri korban. Tanpa alasan yang jelas, Mashuri tiba-tiba dikeroyok oleh beberapa orang tak dikenal.

”Berdasarkan keterangan korban, pelaku pengeroyokan berjumlah tiga orang. Dua di antaranya sudah kami amankan, sedangkan seorang pelaku lainnya masih pengembangan,” tegas Sri Widyaningsih.

Meski sempat berhasil menghindar dan menangkis segala serangan, lanjut Sri, namun tiga orang pelaku terus-menerus menghujani pukulan dan tendangan ke arah korban. Pengeroyokan baru berakhir setelah dipisah oleh warga yang mengetahui insiden penganiayaan tersebut.

Setelah aksi pengeroyokan itu terjadi, korban memilih melaporkannya ke pihak kepolisian. Beberapa hari kemudian, anggota Unit Reskrim Polsek Wagir berhasil mengamankan dua pelaku pengeroyokan, Senin (4/11/2019).

”Seorang pelaku yang masih berstatus buron, Identitasnya sudah kami ketahui. Tim saat ini sudah dikerahkan ke lapangan untuk mengamankan pelaku lainnya,” tutup perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.

Top