Kedua tersangka beserta barang bukti tindak pidana perdagangan orang saat diamankan polisi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Kedua tersangka beserta barang bukti tindak pidana perdagangan orang saat diamankan polisi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dua orang pelaku TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Sumberpucung. Salah satu tersangkanya bernama Tiwi Rahayu alias Reva warga asli Desa Klagen Gambiran, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan. Sedangkan satu orang tersangka lainnya bernama Keysya Amalia warga Desa/Kecamatan Turen.

”Kedua tersangka yang baru saja kami amankan ini, saling berbagi tugas. Ada yang berperan merekrut anak dibawah umur, dan ada yang bertugas memperkerjakan korban sebagai pemandu lagu (LC) di tempat karaoke,” terang Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Selasa (5/10/2019) sore.

Terungkapnya kasus ini, lanjut Ainun, berawal dari laporan yang diterima Polsek Sumberpucung pada Senin (4/11/2019). Di hadapan petugas, TW (inisial) warga Dusun Umbulsari, Desa Bulurejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang mengaku jika anggota keluarganya yang sebut saja bernama Jelita, diketahui tidak pulang kerumah sejak Kamis (31/10/2019).

Semula pihak keluarga sempat mencari keberadaan Jelita. Setelah beberapa hari kemudian, keluarga Jelita mendapat kabar jika bocah 15 tahun itu pergi meninggalkan rumah karena diajak oleh seseorang, untuk bekerja di wilayah Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Mendapat laporan dari wanita 33 tahun itulah, anggota Unit Reskrim Polsek Sumberpucung seketika dikerahkan guna melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas mendapat informasi jika Jelita dipekerjakan di karaoke Reva. ”Tempat karaoke tersebut merupakan milik tersangka Tiwi Rahayu alias Reva,” sambung Ainun.

Benar saja, saat dilakukan pengerebekan di sebuah tempat karaoke yang berlokasi di Jalan Nusantara, Desa/Kecamatan Sumberpucung tersebut. Petugas menemukan keberadaan Jelita di tempat Karaoke Reva.

”Selain disuruh bekerja sebagai pemandu lagu, korban juga disuruh oleh pemilik karaoke (tersangka Reva) untuk melayani berhubungan badan bagi pengunjung yang menginginkan melakukan hubungan seksual,” ungkap perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.

Ketika di introgasi petugas, Reva mengaku jika mendapatkan Jelita dari seorang temannya yang bernama Keysya Amalia. Berawal dari pengakuan wanita 32 tahun itulah, polisi akhirnya dikerahkan untuk melakukan pengembangan. Hasilnya tersangka Keysya berhasil diamankan saat yang bersangkutan berada di kediamannya yang berlokasi di wilayah Kecamatan Turen.

Saat diamankan, wanita 25 tahun itu mengakui semua perbuatannya. Guna kepentingan penyidikan, kedua tersangka yang terlibat perdagangan orang itu akhirnya dibawa ke kantor polisi. ”Kasusnya sudah dilimpahkan ke UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang, petugas masih melakukan penyidikan,” tegas Ainun.

Hingga berita ini ditulis, penyidik juga masih terus melakukan pengembangan. Kuat dugaan korban eksploitasi dan perdagangan anak di bawah umur ini tidak hanya Jelita. Namun juga ada beberapa korban lain yang dimungkinkan dipekerjakan oleh kedua tersangka.

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga menyita berbagai barang bukti. Diantaranya 1 lembar KK (Kartu Keluarga) korban, 1 lembar ijazah SMP milik Jelita, serta uang tunai senilai Rp 300 ribu juga turut disita petugas. Uang ratusan ribu itu, merupakan hasil yang dibayarkan pelanggan untuk menemani karaoke dan berhubungan badan terhadap bocah 15 tahun tersebut.

”Terhadap kedua tersangka kami jerat dengan pasal 83 juncto pasal 76 F dan pasal 88 juncto pasal 76 I, Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak serta pasal 2 ayat 1 Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang,” tukas Ainun yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Malang ini.