Portal di Jembatan Muharto yang kembali roboh usai ditabrak kendaraan tak bertanggung jawab. (Foto: Istimewa)
Portal di Jembatan Muharto yang kembali roboh usai ditabrak kendaraan tak bertanggung jawab. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Lagi-lagi portal Jembatan Muharto ditubruk kendaraan dengan seenaknya tanpa ada tanggung jawab. Kabar tersebut diketahui dari postingan status Whatsapp Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Handi Priyanto.

Peristiwa  tersebut diketahui terjadi semalam. Dengan adanya hal itu, sejak dipasang portal, Jembatan Muharto telah ditubruk selama kurang lebih 13 kali. Padahal, papan pelarangan pelintasan juga sudah terpasang. Informasi kendaran besar yang melintas juga telah diberikan, dengan ketentuan tonase di atas 3 ton dilarang melintasi kawasan tersebut.

"Jembatan Muharto, miris semalam ditabrak truk lagi yang ke 13 kalinya. Dipasang portal karena jembatan rusak mau roboh, maksimal tonase yang bisa lewat 3 ton kok ya masih nekat sih," tulis Kadishub Kota Malang, Handi Priyanto, dalam status Whatsapp yang tersebar ke awak media.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji tak habis pikir. Kondisi yang sudah dipasangi portal masih saja terus dilanggar oleh pihak tak bertanggung jawab. Padahal pelaku-pelaku pelanggar sebelumnya juga telah ditindak oleh pihak terkait.

"Pusing saya. Pelaku yang sebelumnya ditangkap juga sudah. Satu ketangkap, yang lain ada lagi beda. Saya mohonlah itu kesadaran dari pengguna kendaraan," ujar Sutiaji, Senin (4/11).

Hingga saat ini,  pembangunan ulang Jembatan Muharto sendiri memang belum bisa direalisasikan. Sutiaji berharap masyarakat Kota Malang untuk bersabar sejenak karena anggaran telah disetujui untuk pembangunan jembatan Kedungkandang.

Sementara itu, terkait dengan penutupan jembatan sebagai solusi agar tidak kembali dilanggar pengendara, pria yang akrab disapa Aji ini mengatakan belum bisa dilakukan. Kendalanya, ada terkait beberapa pihak yang bakal mengeluhkan kemacetan.

"Kalau ditutup, nanti lewatnya juga gimana. Macet dan lain-lain itu. Kemarin juga ada yang tanya kok Jembatan Muharto belum ada DED. Nah itu kalau Jembatan Kedungkandang selesai, baru nanti kami benahi," tandasnya.