Salah satu booth Batu Street Food Festival 2019 di Balai Kota Among Tani beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu booth Batu Street Food Festival 2019 di Balai Kota Among Tani beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Batu Street Food Festival (BSFF) 2019 memang momen yang dinanti bagi wisatawan dari berbagai daerah. Hanya, ke depan, untuk even yang tahun ini berlangsung 2-3 November 2019 di Balai Kota Among Tani itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menginginkan agar digelar sebelum musim hujan.

Dewanti melihat kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diguyur hujan meskipun tidak begitu deras. Tentunya kondisi itu membuat jumlah pengunjung yang hadir pun tidak begitu ramai seperti BSFF 2018.

“Kegiatan ini sudah dinanti setiap tahun oleh wisatawan. Even tahunan ini alangkah baiknya digelar sebelum musim hujan,” ungkap Dewanti. Ia menambahkan agar ke depan bisa dibicarakan kembali  teknis dan konsepnya.

 Menurut Dewanti, imbas hujan itu sangat berpengaruh juga dengan perputaran  uang yang tidak sebesar seperti tahun 2018 lalu. Jika tahun 2018 silam bisa mendapatkan Rp 165 juta,  tahun ini Rp 80 juta.

“Kalau tahun 2018 itu sampai Rp 170 juta. Karena faktor cuaca, tahun ini tidak sampai tembus angka tersebut,” kata Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sugeng Harianto.

Sugeng memperkirakan, jika tidak turun hujan, perputaran uang itu bisa melebihi tahun sebelumnya. “Setidaknya kalau nggak hujan, tembus lebih Rp 170 juta,” imbuhnya.

Dalam BSFF 2019 itu, terdapat 49 booth yang disuguhkan. Booth itu meliputi 44 buah dari PHRI Kota Batu dan 5 dari desa wisata.