Ketua Majelis BAN-PT, Prof Ir Dwiwahju Susongko MSc PhD. (Foto: Humas)
Ketua Majelis BAN-PT, Prof Ir Dwiwahju Susongko MSc PhD. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Tahun ini, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) makin gencar melaksanakan program internasionalisasi.

Program ini dilaksanakan dengan perencanaan pembangunan sistem akademis yang berorientasi pada standar internasional, sehingga UIN Malang dapat menjadi World Class University.

Dalam program internasionalisasi ini, UIN Malang juga mendapatkan bantuan dari Arab Saudi sebesar Rp 1 triliun untuk pengembangan infrastruktur dan SDM.

Ditambah lagi, saat ini, pelajar luar negeri yang melanjutkan studi di kampus ini berasal dari 42 negara dengan jumlah mencapai 373 mahasiswa.

Proses internasionalisasi ini dilakukan salah satunya agar perbedaan bangsa dan budaya tidak menjadi persoalan untuk menuju kemajuan.

Atas adanya program internasionalisasi ini, Ketua Majelis BAN-PT, Prof Ir Dwiwahju Susongko MSc PhD sempat mengungkapkan pujiannya.

Dalam orasi ilmihanya pada Rapat Terbuka Senat Universitas dalam rangka Dies Natalies ke-58 UIN Malang beberapa waktu yang lalu, lelaki yang akrab disapa Pak Song itu menyampaikan beberapa karakteristik mahasiswa yang harus menjadi tolak ukur sistem akademis di universitas.

Salah satunya adalah pemahaman dan keterbukaan GenZ terhadap kultur yang berbeda (different cultures). Hal tersebut, menurut Pak Song, berkesinambungan dengan program internasionalisasi UIN Malang.

"Mahasiswa S1 kita adalah Generasi Z. Ini pasti pandangannya berbeda. Mereka ini lebih toleran. Senang sekali mendengar laporan dari Pak Rektor (tentang) adanya internasionalisasi. Tadi juga saya lihat testimoni dari mahasiswa luar negeri," ungkapnya.

Selain terbukanya kampus terhadap mahasiswa luar negeri, Rektor UIN Malang, Prof Dr H Abdul Haris MAg juga mengungkap target dibukanya UINMart di berbagai belahan dunia.

“UIN Maliki punya pusat pengembangan bisnis. Kita juga telah membuka UINMart, dan tempatnya sangat strategis. Dan ini insya Allah kita kembangkan ke seluruh dunia," tandasnya.

Hal ini dikuatkan dengan banyaknya alumni UIN Malang yang tersebar di puluhan negara.

"Karena alumni kita ini dari 32 negara. Kita bisa membuka UINMart di Rusia, Cina, dan lain sebagainya," tukasnya.