Kendati Bukan Negara Islam, Thailand Jadi Salah Satu Pengekspor Produk Halal Terbesar di Dunia

MALANGTIMES - Setahun belakangan, berbagai negara terus menggaungkan tren wisata halal. Hal ini dilakukan untuk memikat wisatawan muslim dari berbagai belahan dunia.

Uniknya, Thailand, yang notabene bukan negara Islam, menjadi negara yang menjadi satu dari sepuluh negara pengekspor produk halal terbesar di dunia.

Hal ini disampaikan oleh Director Halal Standard Institute of Thailand, Prof Dr Pakorn Priyakorn saat menjadi salah satu narasumber berkenaan dengan halal tourism dalam seminar international perdana bertajuk International Conference on Halal Innovation, Engineering, and Science (ICOHTES).

Seminar tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Hotel Sahid Montana II Malang beberapa waktu yang lalu.

"Thailand is one of the ten largest exporters of halal products in the world. Thailand also ranked 18 out of 130 destinations for muslims worldwide," beber Pakorn.

Langkah Thailand dalam mencapai hal tersebut adalah dengan menyesuaikan sistem sertifikasi halal.

"Akan semakin banyak sertifikasi untuk hotel, restoran, produk, dan jasa lainnya untuk pelanggan muslim," ucapnya.

Sertifikasi ini telah diatur oleh kerja sama antara Halal Standard Institute of Thailand (HSIT), the Halal Science Center, Chulalongkorn University (HSC-CU) dan Central Islamic Council of Thailand (CICOT), salah satu badan sertifikasi terbaik dunia untuk produk halal.

Sementara, inisiator halal tourism di Provinsi Nusa Tenggara Barat Dr TGH M Zainul Majdi Lc MA menyampaikan bahwa kemajuan industri halal tidak ada kaitannya dengan faktor demografis.

"Thailand bukan negara Islam, tapi bisa mencapai semua itu," tandasnya.

Menurutnya, yang terpenting ialah kebijakan dan keinginan politik pemerintah. Indonesia sebagai negara mayoritas muslim, lanjut Zainul, sudah didukung oleh sistem politik yang semakin kuat.

"Jadi tidak berlebihan jika kita berharap nantinya Indonesia menjadi negara acuan halal industri," jelasnya.

Ia melanjutkan, halal tourism bisa menunjukkan wajah Islam rohmatan lil alamin. Kebijakan pemerintah seharusnya tidak perlu membahas regulasi yang kebermanfaatannya hanya dirasakan internal muslim, seperti aturan sholat berjamaah.

"Lebih baik memprioritaskan nilai-nilai Islam dalam regulasi pemerintah," imbuh Zainul.

Terbukti dengan disahkannya NTB menjadi Halal Tourism, wisatawan asing bertambah mencapai 190%.

"Selain itu mereka juga akan melihat Islam Indonesia yang moderat," pungkasnya.

Top