Ilustrasi (harianhaluan)
Ilustrasi (harianhaluan)

MALANGTIMES - Kota Malang sudah diguyur hujan sejak awal November ini. 

Hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi diprediksi akan mulai dialami Kota Pendidikan ini. 

Masyarakat pun mulai diingatkan dengan segala kemungkinan bentuk bencana. Terutama angin kencang dan pohon tumbang.

Analisis kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Mahfuzi menyampaikan, angin kencang yang terjadi saat musim hujan tak jarang menyebabkan pohon tumbang. 

Selain karena angin kencang, juga disebabkan akar pohon yang sudah tua dan lapuk.

"Jadi masyarakat memang harus meningkatkan kewaspadaan," katanya belum lama ini.

Dia menjelaskan, setidaknya ada enam jenis pohon yang telah diidentifikasi sering mengalami tumbang saat musim hujan. 

Ke enam jenis pohon itu adalah Pohon Ceri, Pohon Sepatu Dea, Pohon Trembesi, Pohon Kecrutan, Pohon Waru dan Pohon Sengon.

Mahfuzi menyampaikan, kelemahan enam tanaman tersebut adalah karakter akarnya yang agak serabut. 

Sehingga membuat tanaman tersebut kurang kokoh. Sehingga pohon sering tumbang saat angin kencang.

"Ketika ada di jalan dan anginnya kencang agar masyarakat lebih waspada dan menghindari pohon," urainya.

Sementara itu, sepanjang 2018 tercatat ada 54 kasus Pohon tumbang. 

Sedangkan sampai Oktober 2019 sudah ada 21 kali kejadian pohon tumbang. 

Sehingga masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya.

Sebagai informasi, Kota Malang sudha memiliki alat pendeteksi kesehatan pohon. 

Jika diketahui pohon tersebut mengalami kondisi yang rapuh atau kurang sehat, maka akan dapat dilakukan tindakan lanjutan. 

Di antaranya adalah melakukan perawatan atau menebang pohon tersebut.