Foto Agens semasa masih hidup, nampak tersenyum dengan manis (ist)
Foto Agens semasa masih hidup, nampak tersenyum dengan manis (ist)

MALANGTIMES - Jenazah Agenez Arnelita bocah asal Tajinan, Kabupaten Malang sempat membuat Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander  SIK, MH takjub melihat jenazah korban.

Pasalnya, saat sang Kapolres dan Kasat Reskrim AKP Komang Yogi Arya Wiguna melihat jenazah korban di kamar jenazah saat akan di otopsi, raut wajah dari jenazah Agnes tersenyum.

Tampak sekali garis senyum di bibir almarhumah seperti telah terbebas dari rasa sakit meskipun sebelumnya telah mengalami siksaan oleh sang ayah.

"Jenazah sempat senyum, saya sempat pegang kakinya. Saya bilang, semoga kamu mendapatkan surga nak. Dari senyumnya seperti terbebas dari rasa sakit, mungkin akan langsung ke surga," jelasnya.

Pihaknya sendiri sangat menyesalkan dan sangat prihatin dengan kejadian ini. 

Sebab, diusianya yang masih kecil, korban sudah mengalami penyiksaan ayah tirinya.

"Semoga saja ini tidak terulang lagi. Sebagai orang tua, meskipun ayah tiri ataupun ibu tiri, harus tetap menyayangi anak. Karena anak adalah titipan Tuhan. Dengan hewan saja kita punya empati, kenapa dengan manusia justru begitu. Saya harap ini tidak terulang," jelasnya.

Pihaknya juga menjelaskan pelaku memiliki pembawaan tenang dan seakan tak pernah terjadi apa-apa. 

Dari gesture serta sikapnya pelaku bisa saja dibilang psikopat.

Sebelumnya, pelaku memberikan keterangan bohong kepada pihak kepolisian. 

Pelaku mengaku  jika korban sempat tenggelam. Awalnya korban meminta mandi.  

Kemudian pelaku melepas baju korban untuk persiapan mandi. 

Setelah itu, korban sendirian ke kamar mandi dan ayah tirinya kembali mengasuh adik korban  di depan rumah.

Saat mengasuh adik korban di depan rumah, ayah tirinya  hendak mengambil air di dapur. 

Saat di depan kamar mandi, Ery melihat korban dalam posisi tenggelam di bak air. Dia lantas melakukan pertolongan.

Melihat kondisi Agnes yang menggigil kedinginan, bocah itu dibawa ke Ruman Sakit Refa Husada di Jalan Mayjen Sungkono Kota Malang sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu (30/10/2019).

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata korban dinyatakan meninggal dunia. 

Saat itu juga ayah tiri korban menyelesaikan administrasi,  dan jenazah korban dibawa pulang.

Namun, saat dimandikan di rumah neneknya di Purwosekar, Tajinan, keluarganya menemukan beberapa luka lebam dan memar di tubuh korban. Kejanggalan itu lantas dilaporkan ke polisi.

Setelah itu, polisi justru mendapatkan fakta dan bukti-bukti jika korban telah dibunuh ayah tirinya. 

Setelah pemeriksaan, ayah tiri korban akhirnya juga mengakui jika korban sebelum meninggal sempat dianiaya.