Pemkab Malang mendapat hibah 300 PJU dan siap menerangi 60 desa (Nana)
Pemkab Malang mendapat hibah 300 PJU dan siap menerangi 60 desa (Nana)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kembali mendapatkan bantuan atau hibah dari program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berupa penerangan jalan umum (PJU) sebanyak 300 unit.

Hibah PJU itu secara simbolis ditandatangani oleh dua organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Malang. Yakni, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang.

Keterlibatan Dinas Lingkungan Hidup, dikarenakan hibah PJU yang diberikan pemerintah pusat saat ini berupa penerangan dengan teknologi baru terbarukan. Bukan lagi penerangan bersifat konvensional seperti tahun lalunya.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni yang menyampaikan, hibah PJU dari pusat tak lagi berupa lampu high pressure sodium (HPS) atau jenis merkuri maupun lampu LED. 

"300 unit PJU dari kementerian yang dihibahkan ke kita energinya bukan listrik, tapi energi air dan matahari. Atau PJU dengan teknologi baru terbarukan. Karena itulah dalam hibah itu Dinas Lingkungan Hidup juga dilibatkan," ucap Romdhoni, Jumat (01/11/2019).

Dari total 300 PJU itu, lanjutnya, direncanakan akan dipasang di 60 desa yang ada di Kabupaten Malang. Dimana, setiap desa nantinya akan mendapatkan 5 unit PJU dengan tenaga air dan matahari ini.

"Nanti kita rencanakan seperti itu. Hal ini sesuai dengan rencana kita tahun lalu terkait PJU sampai ke pelosok desa. Selama ini belum semua wilayah memang ada PJU-nya," ujar Romdhoni yang memberikan apresiasinya kepada pemerintah yang memberikan hibah PJU kepada Pemkab Malang.

Seperti diketahui, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, memiliki tugas lain selain membangun jalan, jembatan dan infrastruktur pendukungnya. Yakni, terkait pengadaan PJU di seluruh jalan umum di Kabupaten Malang. Bukan hanya sekedar untuk menerangi jalan saja, tapi pengadaan PJU juga diproyeksikan sebagai bagian dari estetika sebuah wilayah, khususnya di perkotaan.

Sehingga adanya bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ini, tentunya sangat direspon positif Pemkab Malang yang sejak tahun 2017-2018 telah melakukan pemasangan PJU sekitar 2.418 unit di berbagai lokasi.

Jumlah yang menurut Romdhoni, masih belum secara menyeluruh memenuhi kebutuhan berbagai jalan yang ada di Kabupaten Malang.
"Kembali kepada anggaran. Di tahun 2018 lalu untuk program revitalisasi PJU sebanyak 1.218 unit menghabiskan anggaran sekitar Rp 4 miliar. Dengan adanya bantuan pusat, tentu kita senang. Jadi bisa kita sebar hibah ini ke 60 desa," urainya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Budi Iswoyo juga mengapreasi hibah PJU dengan teknologi baru terbarukan itu. Menurutnya, penggunaan energi air dan matahari akan membuat penghematan sumber energi listrik yang korelasinya pada anggaran.

"Karena itu, dengan adanya penerangan dengan energi air dan matahari ini selain ramah lingkungan juga efisien dalam anggaran. Kalau terus menerus menggunakan energi listrik, sumbernyakan terbatas dan bisa habis. Sedangkan energi baru terbarukan  tidak akan pernah habis,” ucap Budi.

Selain hal itu, pemakaian energi baru terbarukan juga selaras dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 13 Tahun 2012 tentang Penghematan Pemakaian Energi Listrik untuk pemerintahan pusat dan daerah.
"Jadi hibah PJU itu sudah selaras dan merupakan tindaklanjut dari aturan itu sendiri," pungkas Budi.