Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander (tengah), Kasat Reskrim AKP Komang Yogi Arya Wiguna (baju putih) dan Kabag Ops Kompol Sutantyo saat merilis pelaku penganiayaan anak hingga meninggal (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander (tengah), Kasat Reskrim AKP Komang Yogi Arya Wiguna (baju putih) dan Kabag Ops Kompol Sutantyo saat merilis pelaku penganiayaan anak hingga meninggal (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus meninggalnya Agnes Arnelita, balita tiga tahun asal Tajinan, Kabupaten Malang, hingga kini masih terus didalami pihak kepolisian. Pihak kepolisian masih terus menggali keterangan-keterangan dari pihak keluarga, termasuk ibu korban, apakah terdapat kaitan dengan meninggalnya Agnes.

Baca Juga : Warga Tangkap Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Kota Batu

"Untuk ibu korban masih kami dalami. Namun dalam proses ini, yang mana menyebabkan korban meninggal, masih satu yang kami tetapkan menjadi tersangka, yaitu ayah tiri korban," ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander SIK, MH (1/10/2019).

Lebih lanjut dijelaskan Kapolres, keterangan sementara, jika posisi ibu korban, Hermin Susanti (22), saat kejadian berlangsung sekitar pukul 13.30 wib, tidak berada di rumah dan tengah bekerja sebagai seorang marketing perumahan.

Selain itu, ia juga mengiyakan atau membenarkan keterangan yang diungkapkan oleh tersangka saat diperiksa oleh petugas. Namun hal ini belum final, penyelidikan masih terus dilakukan.

"Mengenai apakah ada konspirasi atau upaya menutup-nutupi ini masih terus kami dalami dalam pemeriksaan saksi-saksi lagi," jelasnya.

Sementara itu, pelaku  Egy Age Anwar (36), mengaku memang pernah berbuat kasar kepada korban, seperti mencubit dan memukul. Hal itu dilakukan lantaran korban sering buang air besar tidak pada tempatnya. Hal itu juga dilakukan pelaku dalam keadaan sadar namun dalam keadaan emosi.

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

"Kalau mukul jarang, tapi sering nyubit ya itu karena sering buang air sembarangan. Saya cubit bagian lengan sama paha," kata pelaku saat ditanyai singkat.

Dalam kasus penganiayaan anak hingga berujung kematian tersebut, pelaku terancam Pasal 80 ayat 3 UU no.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman penjara 15 sampai 20 tahun penjara.

Dalam kasus tersebut, sejumlah barang bukti juga diamankan petugas, yakni berupa kompor gas, tabung gas, gayung, baju serta celana dalam korban.