Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah (pegang mik) dalam pembukaan Lomba Geguritan dan Lomba Menulis Huruf Jawa.. (Foto: Humas)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah (pegang mik) dalam pembukaan Lomba Geguritan dan Lomba Menulis Huruf Jawa.. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Pendidikan karakter saat ini wajib disisipkan pada setiap  pembelajaran. Dalam pembentukan karakter peserta didik, satu jenis pendidikan yang berkontribusi besar adalah pendidikan bahasa Jawa.

Seperti yang diketahui, bahasa Jawa memiliki berbagai tingkatan. Misal, bahasa Jawa Ngoko yang biasanya digunakan dengan anak yang usianya hampir sama. Lalu ada bahasa Krama Inggil yang digunakan untuk bicara dengan orang yang lebih tua. Tingkatan ini dapat membiasakan anak didik menjadi lebih sopan terhadap orang tua.

Selain itu, mempelajari bahasa Jawa merupakan wujud kecintaan anak didik kepada leluhurnya. Sebab, bahasa Jawa menyimpan beragam keindahan yang tak terhitung nilainya.

Nah, untuk menanamkan kecintaan terhadap bahasa Jawa ini, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang menggelar Lomba Geguritan dan Lomba Menulis Huruf Jawa. Sebanyak 50 siswa dan siswi dari satuan pendidikan jenjang SD se-Kota Malang mengikuti lomba tersebut pada Kamis (31/10/2019).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu wadah sekaligus upaya Dinas Pendidikan Kota Malang dalam rangka melestarikan budaya bangsa, khususnya bahasa Jawa.

"Kami berharap  apresiasi ini memacu motivasi generasi bangsa pada umumnya dan peserta didik di Kota Malang untuk mencintai serta melestarikan budaya bangsa, khususnya bahasa Jawa," ucapnya.

Ketua pelaksana kegiatan Diah Christiana W. SPd yang juga merupakan kepala seksi kurikulum dan peserta didik bidang pembinaan SD menyampaikan, kegiatan ini diikuti  50 peserta yang terbagi atas dua bidang lomba.

"Setiap kecamatan mengirimkan lima peserta untuk lomba geguritan dan lima peserta untuk lomba menulis huruf Jawa. Sebelum mengikuti lomba, peserta terlebih dahulu telah mengikuti seleksi di tingkat kecamatan masing-masing," bebernya.

Kegiatan ini melibatkan pengawas SD dan pengawas SMP serta penggiat budaya sebagai dewan juri.