Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono terus dorong terwujudnya pemerintahan bersih dan baik. (dok MalangTimes)
Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono terus dorong terwujudnya pemerintahan bersih dan baik. (dok MalangTimes)

MALANGTIMES - Pelayanan kesehatan di Kabupaten Malang tak lepas dari berbagai persoalan. Berbagai peristiwa yang menghentak publik sepanjang tahun ini menjadi catatan khusus bagi para punggawa di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang.

Peristiwa itu, misalnya, terkait operasi tangkap tangan di Puskesmas Karangploso maupun kasus gunting honor petugas kesehatan yang cukup ramai diberitakan sepanjang tahun 2019 ini. Tak terkecuali berbagai kasus yang mencuat dalam pelayanan kesehatan, seperti angka stunting dan penyakit tak menular yang terus mengintai masyarakat Kabupaten Malang.

Berbagai hal itulah yang membuat Pemerintah Kabupaten Malang melalui Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar pelatihan service exelent bagi para punggawa kesehatan ini.

Pelatihan yang ditujukan untuk semakin memperkuat sumber daya manusia (SDM) di Dinkes Kabupaten Malang. Tujuannya, pegawai Dinkes  bukan hanya sekadar wajib pintar dalam urusan kesehatan, tapi juga memiliki perilaku, dedikasi, dan loyalitas kepada masyarakat.

Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono yang menyampaikan bahwa aparatur sipil negara (ASN) Dinkes dituntut untuk lebih menguatkan perilaku pelayanannya kepada masyarakat. Pasalnya, perilaku melayani yang prima akan melahirkan sebuah etos kerja yang akan semakin menguatkan fungsi dan tugas mereka sebagai pelayan dan pengabdi masyarakat di bidang kesehatan.

"Dengan menguatkan perilaku pelayanan yang prima, secara tak langsung juga akan semakin menguatkan keberadaan mereka dan umumnya Pemkab Malang yang terus berusaha mewujudkan pemerintahan yang bersih dan baik," ucap Didik Budi, Jumat (01/11/2019) kepada MalangTIMES.com.

Sebaliknya, lanjut mantan inspektur Kabupaten Malang ini, bila para petugas kesehatan Dinkes tak menerapkan pelayanan prima, akan semakin banyak pula kritik dari masyarakat yang tentunya akan semakin jauh juga kita mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih," ujarnya.

Didik Budi Muljono Sekda Kabupaten Malang dalam acara pelatihan peningkatan SDM Dinkes (BKPSDM)

Di era saat ini, lanjut Didik Budi, tak ada lagi hal yang tertutupi publik. Khususnya terkait pelayanan ASN kepada masyarakat. Dengan adanya teknologi informasi serta maraknya media sosial, hal kecil pelayanan bisa diketahui secara cepat dan mengundang banyak penilaian.

Plus sikap kritis masyarakat yang tinggi saat ini semakin membuat pelayanan pemerintah serupa berada dalam akuarium. "Setiap orang bisa melihat dan melakukan penilaian. Bila ASN tak prima melayani, maka akan cepat juga kritik dan reaksi masyarakat melalui berbagai medsos saat ini. Ini jadi warning, agar kita terus meningkatkan pelayanan prima," tegas Didik Budi.

Didik Budi juga tak ingin berbagai kasus yang terjadi di Dinkes terulang. Untuk itulah,  proses penguatan SDM ASN Dinkes serta perilaku, dedikasi, dan loyalitas kepada tugas pelayanan kepada masyarakat menjadi penting untuk terus ditegakkan.

"Masyarakat semakin hebat dan kita sebagai ASN patut menjawab. Maka saya dorong terus tingkatkan kualitas pelayanan dan tentunya moral atau perilaku baik dalam menjalankan tugas," imbuhnya.

Senada, Kepala BKPSDM Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah menyampaikan, saat ini masyarakat tak hanya membutuhkan ASN yang pintar. "Tapi yang pintar dan memiliki perilaku baik sebagai pelayan masyarakat. Terutama ASN kesehatan yang secara langsung berhubungan dengan masyarakat," ujarnya.

Melalui pelatihan yang rencananya digelar sampai besok (02/11/2019) itu, Nurman berharap bahwa seluruh ASN Dinkes Kabupaten Malang, akan mampu menerapkan berbagai pengetahuan yang didapatnya. Baik terkait komunikasi, kecakapan, dan keramahan dalam melayani masyarakat. Sehingga, kinerja mereka pun akan semakin meningkat serta di sisi lain akan membuat Dinkes pun menjadi organisasi yang dipercaya masyarakat di tengah berbagai kasus yang melandanya.

"Tugas berat pemerintahan adalah memberikan kepercayaan bahwa kita selalu ada di tengah persoalan masyarakat serta mampu memberikan solusinya. Bila pelayanan prima saja tak bisa dilakukan, maka hal itu pun akan semakin sulit dilakukan," pungkas Nurman.