Rochani Ketua KPU Kota Batu
Rochani Ketua KPU Kota Batu

MALANGTIMES - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu mengajukan anggaran Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Batu tahun 2017 sebesar Rp 12,7 miliar.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Anggaran tersebut terdiri dari 2 kelompok belanja besar, yaitu anggaran untuk honor dan lembur sekitar 35 persen, sedangkan sisanya untuk belanja barang dan jasa, seperti kampanye dan sosialisasi.

"65 persen untuk belanja barang dan jasa," ujar Rochani Ketua KPU Kota Batu saat ditemui usai melakukan pertemuan bersama wakil wali kota dalam pembahasan pengajuan anggaran tersebut.

Anggaran tersebut naik dari anggaran yang diajukan pada pemilihan walikota pada tahun 2012 dulu yang hanya Rp 7,5 miliar. "Saat itu realisasi anggarannya hampir Rp 7 miliar," katanya

Naiknya pengajuan anggaran ini, menurut Rochani merupakan konsekuensi dari konsep pemilihan serentak nasional sesuai aturan pemerintah pusat.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

"Semisal untuk tahun ini, fasilitas kampanye sepenuhnya harus dibiayai oleh KPU," ujarnya kepada MALANGTIMES (TIMES INDONESIA NETWORK), Selasa (29/9/2015). 

"Konsep audit dana kampanye, kalau dulu satu KAP bisa memegang seluruh calon, kalau sekarang satu KAP untuk satu pasangan calon," lanjut Rochani.

Selain itu, masih ada beberapa hal lagi yang membuat pengajuan anggaran naik akibat perubahan konsepsi tersebut. Seperti sistem aplikasi dan juga masa kerja penyelenggara. (*)