Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Giri Suprapdiono (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Giri Suprapdiono (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Upaya pencegahan tindak pidana korupsi masih terus digencarkan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Bahkan, bukan lagi dalam hal penindakan bagi yang sudah terjerumus ke dalamnya melainkan melalui pendidikan karakter.

Ada berbagai cara dalam upaya penegakan anti korupsi di masyarakat. 

Baik secara informal yang salah satunya dikonsep dalam seni kartun, kemudian bisa dengan melalui pendidikan formal.

"Bisa dengan karakter visual dengan media kartun ini salah satunya. Sedangkan untuk yang formal seperti yang dilakukan di Kota Malang, dengan mengeluarkan Perwali untuk memasukkan materi anti korupsi dalam Pendidikan PKN, baik di TK , SD, SMP," ujar Giri Suprapdiono, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK saat ditemui di Balaikota Malang, Kamis (31/10).

Bahkan, hal tersebut lanjut dia di Indonesia sudah diintervensi peraturan yang lainnya. 

Di mana, pendidikan anti korupsi bukan hanya berlaku bagi siswa-siswa sekolah saja, melainkan perlu untuk di wajibkan hingga ke perguruan tinggi.

"September 2019 lalu, sudah keluar. Wajib semua perguruan tinggi paling telat dalam satu tahun kedepan harus mewajibkan pendidikan mata kuliah anti korupsi sebagai satu mata kuliah wajib," imbuhnya.

Nantinya dalam pembelajaran tersebut bukan hanya sebatas menghafalkan pasal-pasal pelanggaran tindak pidana korupsi, namun harapannya ada praktik-praktik yang di lakukan di setiap sekolah. 

"Ada belajar mulai dari hal sederha hingga praktik lainnya. Mulai dari belajar mengantri, melalui warung kejujuran, festival anti korupsi, cerdas cermat anti korupsi, ada juga nonton soal korupsi. Mudah-mudahan nanti ada Bus Anti Korupsi untuk belajar pencegahan itu," ungkapnya.

Seperti hal nya Saweran Kartun yang diadakan di Kota Malang kali ini. 

Menurutnya, pameran kartun tersebut sebagai salah satu media dalam menyenikan pemberantasan anti korupsi dengan hal yang menarik, terlebih di era yang serba digital ini. 

"Saya pikir dalam situasi dunia online ini dunia offline kartun seni itu penting, orang bosan debgan online, kita saatnya sediakan offline. Dikemas dalam bentuk seni, karena ini juga hal penting untuk melawan korupsi. Apalagi dalam hiruk pikuk politik, UU dan segala macam ini, kita kembali dalam seni," pungkasnya.