Tersangka Mochamad Roni beserta barang bukti sebilah celurit saat diamankan polisi. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Tersangka Mochamad Roni beserta barang bukti sebilah celurit saat diamankan polisi. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hanya karena masalah utang-piutang, Mochamad Roni, warga Desa Bokor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, tega melakukan aksi pembacokan. Korbannya bernama Setia Wahyu Cahyo Purnomo, warga Desa Benjor, Kecamatan Tumpang.

”Tersangka menganiaya korban dengan cara membacok menggunakan sebilah celurit. Akibatnya korban mengalami luka robek pada lengan sebelah kiri sepanjang 15 sentimeter dan luka robek di bagian jari telunjuk sebelah kanan,” terang Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah, Kamis (31/10/2019).

Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, aksi penganiayaan ini terjadi Selasa (29/10/2019) petang. Tepatnya sekitar pukul 16.45 WIB. Saat itu Roni mendatangi rumah korban. ”Maksud kedatangan tersangka untuk menagih utang kepada korban. Sejumlah uang yang dipinjam itu merupakan milik adik pelaku,” sambung Ainun.

Namun, saat ditagih, Setia mengaku belum bisa membayarnya. Mendapat keterangan tersebut, Roni merasa geram dan terus mendesak korban agar segera melunasinya.

Perdebatan keduanya akhirnya tak bisa dihindarkan. Setelah terlibat cekcok, tersangka nekat membacok korban dengan menggunakan sebilah celurit. Senjata tajam (sajam) yang digunakan untuk menganiaya itu sudah dipersiapkan Roni dari rumahnya sebelum mendatangi kediaman korban.

Setia langsung berupaya menangkis dengan kedua tangannya. Akibatnya lengan sebelah kiri dan jari telunjuk sebelah kanan korban mengalami luka bacok.

Aksi penganiayaan itu terhenti setelah keluarga korban berupaya melerai keduanya. Karena ketakutan, Roni akhirnya melarikan diri. Sedangkan Setia yang merasa tidak terima memilih melaporkan kejadian yang baru saja dialaminya ke Mapolsek Tumpang. 

Polisi berhasil mengamankan Roni di kediamannya, Desa Bokor, Kecamatan Tumpang. ”Terhadap tersangka, sudah kami lakukan penahanan. Kasusnya masih dalam tahap penyidikan,” terang Ainun yang juga pernah menjabat sebagai kasat binmas Polres Malang ini.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita berbagai barang bukti dari rumah pria  33 tahun tersebut. Antara lain sebilah celurit dan pakaian yang digunakan pelaku yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan saat menganiaya korban.

”Akibat perbuatannya, tersangka kami jerat pasal 351 KUHP serta Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam,” tutup perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu itu.