Suasana diskusi Peran Pemuda Menjawab Tantangan Kasus HAM di Indonesia. (Hendika Panorama Photography Unisma for Malangtimes.com).
Suasana diskusi Peran Pemuda Menjawab Tantangan Kasus HAM di Indonesia. (Hendika Panorama Photography Unisma for Malangtimes.com).

MALANGTIMES - Hak asasi manusia (HAM) menjadi isu yang begitu banyak diperbincangkan publik hingga hari ini. Banyaknya kasus HAM yang belum teratasi tak jarang membuat publik bertanya-tanya. Seluruh elemen, utamanya pemuda, disebut memiliki peran begitu besar dalam menjawab setiap tantangan berkaitan dengan HAM.

Lantas sejauh apakah sebenarnya peran serta pemuda dalam mengatasi setiap masalah yang berkaitan dengan HAM? Problem itu pun dikupas habis dalam diskusi ringan yang digelar di Coffee Times (CT) Terminal Kopi Malang di lantai dua Pasar Terpadu Dinoyo.

Diskusi yang mengangkat tema 'Peran Pemuda Menjawab Tantangan Kasus HAM di Indonesia' itu digelar pada Rabu (30/10/2019) malam. Hadir sebagai narasumber, Ketua Umum Cabang HMI Malang Sutriyadi, perwakilan DPC GMNI Malang Lalu Alek Tantoi,  dan perwakilan instansi Gemar Desa Ahmad Zulfian.

Dalam diskusi itu, Ketua Umum Cabang HMI Malang Sutriyadi berpendapat, hak asasi adalah hak mengikat bagi setiap warga negara. Sehingga, negara wajib menjamin dan memenuhi serta melindungi hak warga negara.

"Indonesia sebagai negara hukum proses penyelesaian kasus HAM harus melalui prosedural hukum serta lembaga yang bertanggung jawab," katanya.

Di samping kewajiban negara menjamin hak asasi setiap warganya, dia juga menegaskan bahwa warga negara juga memiliki kewajiban yang sama untuk saling menghormati. Sebagai negara demokrasi, setiap warga wajib saling menghormati satu dengan yang lainnya.

"Demokrasi harus saling menghormati. Ketika berpendapat, kita tetap harus menjaga ranah ketertiban dan kenyamanan sesama warga," tegas dia.

Hal senada juga disampaikan perwakilan DPC GMNI Malang Lalu Alek Tanto. Dia menilai, HAM merupakan hak yang mutlak harus dimiliki setiap warga negara. Namun sayangnya, selama ini pemerintah masih belum fokus pada penuntasan kasus HAM di Indonesia. "Maka generasi muda harus memiliki intelektualitas tinggi untuk turut serta menyelesaikan kasus HAM yang ada di Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, perwakilan instansi Gemar Desa Ahmad Zulfian menambahkan, meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan sebagai generasi bangsa perlu dilakukan. Sehingga kebebasan dapat dirasakan oleh setiap warga negara. "Semua berhak mendapatkan haknya sebagai warga negara, rasa persatuan dan kesatuan harus dijaga bersama," pungkasnya.

Sebagai informasi, diskusi bertajuk Peran Pemuda Menjawab Tantangan Kasus HAM di Indonesia itu diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Malang Korkom Unisma Komisariat Al-Tsawrah. Kegiatan tersebut didukung penuh Coffee Times.