UIN Malang. (Foto: Syifaul Hamdi Google)
UIN Malang. (Foto: Syifaul Hamdi Google)

MALANGTIMES - Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang terus memperluas kiprahnya dalam dunia pendidikan internasional. Hal itu ditunjukkan UIN Malang dengan memperkuat kerja sama dengan kampus-kampus luar.

"Kami kerja sama dengan berbagai negara. Mulai Jepang, Jerman, Rusia, China, Libya, Sudan, Malaysia, kemudian Brunei Darussalam dan sebagainya," beber Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg kepada MalangTIMES saat ditemui di gedung Rektorat UIN Maliki.

Kerja sama ini, kata Haris, dimaksudkan untuk membangun suatu pemahaman bahwa perguruan tinggi menjadi hal yang penting dalam rangka memajukan umat manusia. "Jadi, kami saling memahami antarbangsa. Ini untuk membangun perdamaian dunia," tandasnya.

Apabila kerja sama ini ke depannya terus dikuatkan, Haris menjelaskan, sesungguhnya Indonesia akan menjadi  saudara dengan bangsa-bangsa lain. Bukan menjadi musuh.

"Dan terlebih lagi, kami akan take and give. Mereka punya apa, kami akan belajar di sana. Kami punya kelebihan apa, mereka belajar di sini," katanya.

Dan itu telah terwujud di UIN Malang karena sebagian negara-negara itu mengirimkan para mahasiswanya untuk belajar. "Dan kami juga mengirimkan ke berbagai perguruan tinggi negara lain," imbuhnya.

Selain itu, kerja sama dengan negara lain digunakan sarana untuk meningkatkan kualitas akademik maupun nonakademik sehingga UIN Malang bisa sejajar dengan perguruan tinggi terbaik internasional. 

Seperti diketahui, internasionalisasi kampus itu tidak bisa dihindarkan. Sehingga pendidikan atau perguruan tinggi Islam bisa bersaing dengan kampus lain di kancah internasional.