Diprotes karena Bau, Dilarang Buang Sampah ke Eks TPA Lowokdoro

Oct 31, 2019 15:07
Wali Kota Malang Sutiaji (batik cokelat) saat meninjau kawasan eks TPA Lowokdoro, Kamis (31/10). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (batik cokelat) saat meninjau kawasan eks TPA Lowokdoro, Kamis (31/10). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Eks TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Lowokdoro rupanya masih dioperasikan beberapa pihak tak bertanggung jawab. Hal itu diketahui setelah ada layangan protes dari warga sekitar eks TPA lantaran mencium bau menyengat dari tempat tersebut.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

TPA Lowokdoro sudah lama dinonaktifkan. Itu karena eks TPA tersebut akan digunakan sebagai area hutan kota dan taman sebagai penambahan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Malang.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji langsung melakukan tinjauan ke lokasi eks TPA Lowokdoro siang ini (Kamis, 31/10). Dia meminta area lokasi untuk diberi papan peringatan pelarangan pembuangan sampah dan dilakukan pengawasan ketat.

"Jadi, kami ingin memastikan karena kemarin dapat laporan dari masyarakat. TPA ini kan sebenarnya tidak difungsikan, tapi kenapa kok masih ada pembuangan. Ini akan segera kami beri plang pelarangan buang sampah. Tentu ada larangan, berarti ada punishment-nya," ujar dia.

Bahkan, jika ditemui ada yang masih melakukan pembuangan sampah di area tersebut, akan diberikan punishment sesuai yang tercantum dalam Perda No 10 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah. Yakni, denda senilai Rp 100 ribu rupiah.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

"Ketika dia makai (masih nekat buang sampah di area TPA Lowokdoro), berarti harus berhadapan dengan hukum. Hukumannya sesuai dengan yang di perda itu. Dan saya minta itu juga dijaga satpol PP," ucap Sutiaji.

Menurut Sutiaji, eks TPA Lowokdoro akan digunakan untuk penambahan RTH sehingga seharusnya dilakukan penutupan. Apalagi fokus TPA saat ini ada di Supit Urang, Kecamatan Sukun. Apalagi kebutuhan RTH di Kota Malang masih jauh dari target 20 persen wilayah. 

"Sebenarnya ini mau difungsikan untuk hutan kota. Soalnya,  RTH kita masih kurang jauh. Baru tercapai 4,5 atau 4,7 persen dari ketentuan 20 persen. Maka mau tidak mau, ini harus ditutup agar lahan-lahan ini nanti penggunaannya jelas," pungkas nya.

Topik
MalangBerita MalangWali Kota MalangSutiajiSampah di Kota Malangsampak plastikeks TPA LowokdoroRuang Terbuka Hijau

Berita Lainnya

Berita

Terbaru