Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) didampingi Kepala Barenlitbang Kota Malang Dwi Rahayu  berfoto bersama Laskar Perencana (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) didampingi Kepala Barenlitbang Kota Malang Dwi Rahayu berfoto bersama Laskar Perencana (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Laskar Perencana sebagai tenaga pendamping musrenbangkel dan musrenbangcam yang direkrut Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang ditarget mulai bekerja besok, Jumat (1/11/2019).

Sebanyak 62 Laskar Perencana yang direkrut itu telah diberi pembekalan dan ditargetkan untuk mulai bekerja sejak masa rembuk RW karena ada beberapa kelurahan yang sudah siap melaksanakan rembukan dalam waktu dekat. Selanjutnya, Laskar Perencana agar bekerja dalam masa pra musrenbang hingga musrenbang.

Kepala Barenlitbang Kota Malang Dwi Rahayu menyampaikan, Laskar Perencana yang sudah direkrut agar segera bekerja secepat mungkin. Sebagaimana saran dan masukan kelurahan, ada banyak daerah yang sudah siap melakukan urun rembuk.

"Kami harapkan agar Laskar Perencana bisa mencatat semua usulan masyarakat dan memberi pendampingan lebih maksimal," katanya dalam Bimbingan Teknis Tenaga Pendamping Musrenbangkel dan Musrenbangcam (Laskar Perencana) yang diselenggarakan Barenlitbang Kota Malang di Hotel Savana, Kamis (31/10/2019).

Dia menegaskan jika musrenbangkel dan musrenbangcam amat penting dalam proses penentuan usulan. Karena pembangunan adalah bersifat dari bawah ke atas. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk menentukan kelanjutan pembangunan ke depan.

"Tugas Laskar Perencana amat berat, dan kami harap agar bisa bekerja maksimal," urai dia.

Dia juga menekankan agar Laskar Perencana mampu mendorong masyarakat untuk urun rembuk. Sehingga tak hanya dari dua orang saja yang membuat usulan. Selain itu juga membuat suasana musrenbang lebih interaktif lagi.

"Kami inginkan ada perubahan dan harus ubah pola pikir untuk kepentingan masyarakat," jelas dia.

Sementara itu, Kasubid Perencanaan Barenlitbang Kota Malang, Yogi Handoyo menambahkan, seluruh Laskar Perencana sudah mendapatkan bimbingan teknis sejak Rabu (30/10/2019) kemarin. Seluruhnya sudah mendapat pembekalan berkaitan dengan beberapa hal yang harus diperhatikan.

"Laskar Perencana prinsipnya tak menggantikan peran kelurahan pada waktu pelaksanaan musrenbang. Tapi hanya sebagai fasilitator dan pendamping," jelasnya.

Yogi juga menjelaskan jika ada beberapa pekerjaan rumah yang dibebankan pada Laskar Perencana. Salah satunya adalah membantu pelaksana musrenbang merumuskan program prioritas. Karena pengalaman selama ini, masih ada kesulitan dari operator untuk menentukan program usulan yang menjadi prioritas.

"Kami harap Laskar Perencana untuk identifikasi betul permasalahan di masing-masing wilayah untuk mendampingi proses pembahasan dan kesepakatan yang prioritas," pungkasnya.