Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni memiliki pandangan terkait rencana pembangunan terminal pariwisata di Taman Jeru, Tumpang (dok MalangTIMES)
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni memiliki pandangan terkait rencana pembangunan terminal pariwisata di Taman Jeru, Tumpang (dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Rencana pembangunan terminal pariwisata di eks lokasi wisata Taman Jeru, Tumpang, terus didalami oleh Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga.

Seperti diketahui, Bupati Malang Sanusi, memang berencana kuat untuk mempersiapkan terminal pariwisata yang nantinya jadi shalter seluruh bus wisata yang akan masuk ke wilayah Malang Raya. Dimana, secara teknis, Sanusi menyampaikan 
berbagai bus wisata yang keluar dari Tol Mapan dan akan masuk ke Malang Raya, akan berhenti di Taman Jeru.

Baca Juga : Banyak Manfaat Kantongi SLF, Berikut Syarat-Syarat Kepengurusannya

"Jadi akan mengurangi dampak kemacetan. Nantinya wisatawan akan diangkut kendaraan menuju lokasi tujuannya dari Taman Jeru. Kita telah persiapkan lahan sekitar 11 hektar (ha) di sana," ucap Sanusi dalam setiap kegiatan.

Rencana inilah yang ditindaklanjuti oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang. Dimana menurut Romdhoni, orang nomor satu di dinas itu, dirinya memiliki pandangan untuk akses masuk dibuatkan double way.

"Jadi untuk mewujudkan itu saya punya pandangan akses menuju ke sana dibuat double way. Ini memungkinkan untuk diwujudkan dengan kondisi eksisting jalan ke sana," kata Romdhoni, Kamis (31/10/2019).

Pandangan itu, masih menurut Romdhoni, masih dalam kajian pihaknya. Tapi, pembuatan double way bisa dimungkinkan terwujud dengan melihat aspek sarana prasarana jalannya saat ini.

"Dari aspek sarana prasarana jalan memungkinkan dilakukan. Yang nanti kendala dimungkinkan dari lahan yang akan terbangun dan milik warga," ujar mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang ini.

Selain memberikan pandangan terkait itu, Romdhoni juga mengatakan, adanya harapan Taman Jeru, Tumpang, tak hanya sebagai ruang transit bus pariwisata. Tapi juga disulap menjadi wisata agro, seperti disampaikan Sanusi, juga membutuhkan kajian lebih dalam lagi.

Dimana, Sanusi menyampaikan, selain rencana pembangunan terminal pariwisata, Taman Jeru akan dikembangkan juga menjadi wisata agro anggrek dan mawar seluas satu hektar.
Sehingga, lanjut Romdhoni, tentunya perlu dipikirkan terkait kebutuhan air yang jadi kebutuhan vital. Baik untuk kebutuhan wisata agro maupun terminal pariwisata. 

"Air jadi kebutuhan vital selain akses sarana prasarana jalannya. Ini yang juga perlu dipikirkan, mudah-mudahan tidak lupa karena itu kebutuhan dasar," ucapnya.

Baca Juga : Imbas Covid-19, Rencana Pembangunan Jalan Rp 74 Miliar Bina Marga Kabupaten Malang Batal

Selain hal itu, Romdhoni juga menyampaikan persoalan lainnya berupa tata ruang dari exit Tol Mapan menuju Taman Jeru, Tumpang. Dimana, dirinya berharap sepanjang jalur tersebut nantinya bisa terkontrol dengan regulasi terkait peruntukannya. Sehingga tak membuat persoalan baru, saat jalur itu memang nantinya menjadi akses bus pariwisata yang akan menuju Malang Raya.

"Jangan sampai nantinya tumbuh lingkungan tak terskenario dan terpayungi hukum. Sehingga akan menimbulkan ekses yang tak diinginkan dengan rencana besar itu," tegasnya.

Romdhoni mencontohkan, bila jalur tersebut akan jadi akses pariwisata, maka sepanjang jalan sampai terminal dikonsep peruntukkannya. Khususnya, untuk kemanfaatan warga sepanjang jalur itu.

"Jangan sampai sekali lagi tiba-tiba ada pabrik terbangun yang tak sinergis dengan rencana jalur pariwisata. Ini yang menurut pandangan saya harus dikaji bersama sebelum dimulainya rencana pembangunan Terminal Jeru," pungkasnya.