Satgas DPUPR saat melakukan normalisasi drainase (DPUPR for MalangTIMES)
Satgas DPUPR saat melakukan normalisasi drainase (DPUPR for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, melalui Satuan Tugas (Satgas ) drainase, setiap hari terus rutin untuk menyisir saluran-saluran drainase di Kota Malang untuk dilakukan normalisasi.

Seperti halnya hari ini, Satgas Drainase melakukan normalisasi di kawasan Jalan Cengkeh, Kecamatan Lowokwaru dan di kawasan Jalan Ki Ageng Gribig, Sawojajar, Blimbing.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

Namun, saat upaya normalisasi tersebut hal yang cukup miris ditemukan Satgas DPUPR. 

Selain karena saluran drainase banyak disumbati berbagai jenis sampah kondisi bak kontrol yang ada di dua titik tersebut juga mengalami kerusakan bahkan tutup bak kontrol juga hilang entah kemana.

”Tadi ketika Satgas normalisasi di Jalan Ki Ageng Gribig ada 4 bak kontrol yang sudah hilang. Agar tidak membahayakan pengguna jalan makanya kami memberi penanganan sementara dengan memberi  garis pembatas," beber Hari Widodo, Koordinator Satgas DPUPR.

Lanjutnya, mengenai hal, pihaknya sangat menyayangkan apa yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab itu. 

Pasalnya, fungsi bak kontrol sendiri juga cukup vital dalam memantau kondisi saluran drainase.

Karena, jika bak kontrol dirusak, tentu hal tersebut akan menyulitkan dalam upaya normalisasi.

Baca Juga : Pemprov Jatim Buka Posko Pendampingan Pendaftaran Program Kartu Prakerja di 56 Lokasi

“Janganlah sampai merusak. Harusnya masyarakat lebih meningkatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan. Jangan membuang sampah pada saluran air. Jika sudah terjadi genangan air dan banjir karena air meluap dari saluran, tentu akan banyak yang dirugikan. Masyarakat harus lebih meningkatkan lagi kesadaran mereka,” jelas pria yang akrab disapa Benk-Benk ini.

Untuk itu, ke depan pihaknya ingin terdapat regulasi yang tegas bagi masyarakat yang tak bertanggung jawab yang membuang sampah pada saluran air merusak fasilitas drainase maupun mempersempit drainase.