Tersangka Imam Suherdi beserta barang bukti hasil curian saat diamankan polisi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Tersangka Imam Suherdi beserta barang bukti hasil curian saat diamankan polisi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Usai sudah upaya pelarian yang dilakukan oleh Imam Suherdi warga Dusun Sonosari, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji ini, guna menghindari kejaran polisi. Pria 33 tahun itu, akhirnya hanya bisa pasrah saat diamankan petugas lantaran terbukti terlibat kasus pencurian.

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

”Tersangka Imam ini merupakan pelaku Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor), sebelum diamankan yang bersangkutan sempat berstatus sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) selama 7 bulan,” kata Kapolsek Kalipare, AKP Yusuf Suryadi, Rabu (30/10/2019).

Berdasarkan catatan yang diterima kepolisian, aksi pencurian yang dilakukan Imam terjadi pada 15 Maret 2019 lalu. Saat itu, tersangka mengasak dua kendaraan milik Gaguk Cahyono, warga Dusun Kalitelo, Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare.

Dua kendaraan yang dicuri adalah sepeda motor Shogun nopol M-2615-FR dan Vixion nopol N-4308-EAD. ”Tersangka melancarkan aksinya saat malam hari, saat itu korban sedang tertidur. Modus yang digunakan adalah mencongkel jendela dapur,” terang Yusuf.

Ketika berhasil mencongkel jendela, lanjut Yusuf, pelaku bergegas masuk ke dalam rumah dan mencari kunci asli sepeda motor milik korban. Setelah mendapatkannya, pelaku seketika kabur dan membawa barang hasil curian melalui pintu belakang.

Dari hasil penyidikan, barang hasil curian tersebut langsung dijual tersangka kepada seorang penadah. ”Kasusnya masih dalam pengembangan, dari hasil penyidikan sementara tersangka mengaku pernah melancarkan aksi pencurian sebanyak 2 kali. Kedua aksi pelaku ini diakuinya terjadi di wilayah Kecamatan Kalipare,” sambung Yusuf.

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini, mengaku jika terungkapnya kasus ini bermula dari hasil pengembangan kasus curanmor sekaligus penadah barang curian yang dilakukan oleh tersangka Andrianto alias Gento, warga Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Saat diamankan polisi di wilayah Surabaya, Gento sempat berupaya kabur dari kejaran petugas. Lantaran melakukan perlawanan, polisi akhirnya menembak kaki sebelah kiri korban.

Di hadapan penyidik, Gento bernyanyi jika pernah melancarkan aksi pencurian di rumah Gaguk Cahyono yang berlokasi di wilayah Kecamatan Kalipare. Saat itu, pria 35 tahun ini mengaku jika melancarkan aksi pencurian bersama dengan temannya yang bernama Imam Suherdi.

Berawal dari pengakuan Gento itulah, polisi akhirnya melakukan penyelidikan guna memburu keberadaan Imam. Hasilnya petugas gabungan dari Unit Reskrim Polsek Kalipare dan Bantur, mendapat informasi jika tersangka memilih kabur ke wilayah Kabupaten Blitar.

”Tersangka Imam kami amankan saat yang bersangkutan berada di tempat kerjanya yang ada di Blitar,” jelas mantan Kapolsek Tumpang ini, saat dikonfirmasi MalangTIMES.com.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita dua sepeda motor hasil curian guna kepentingan penyidikan. ”Terhadap tersangka sudah kami lakukan penahanan, yang bersangkutan kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian. Ancamannya kurungan penjara selama 7 tahun,” pungkasnya.