Bupati Malang HM Sanusi saat menghadiri agenda Rakor persiapan USBN dan UNBK di SMPN 3 Kepanjen (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi saat menghadiri agenda Rakor persiapan USBN dan UNBK di SMPN 3 Kepanjen (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menjelang USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) dan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) di tingkat SD-SMP. Pemda (Pemerintah Daerah) Kabupaten Malang, mengusung target seluruh siswa yang mengikuti ujian bisa lulus 100 persen.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Malang HM Sanusi, saat menghadiri agenda Rakor (rapat koordinasi) persiapan USBN dan UNBK yang diselenggarakan di Aula SMPN 3 Kepanjen, Rabu, (30/10/2019).

”Diharapkan ujian nasional tahun ajaran 2019/2020 kali ini, seluruh siswa yang ada di Kabupaten Malang bisa mempertahankan prestasi tahun lalu. Yakni bisa lulus 100 persen. Sedangkan nilai yang diperoleh, diharapkan bisa mendapatkan rata-rata 9,” kata Sanusi saat ditemui awak media disela agenda Rakor.

Meski terkesan target yang dipasang terlalu tinggi, namun salah satu politisi dari kader partai PKB ini yakin, jika para siswa mampu merealisasi target tersebut. ”Selagi para pengajar menerapkan metode pembelajaran yang tepat, dan materi yang disampaikan sesuai dengan kisi-kisi ujian serta mengadakan ujian Try Out. Maka terget tersebut bisa terealisasi, tentunya para siswa juga perlu belajar secara tekun,” ungkap Sanusi.

Di sisi lain, guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang, Sanusi mengaku sudah menyiapkan berbagai terobosan baru. Salah satunya penyediaan anggaran di bidang pendidikan, atau yang dikenal dengan istilah BOSDA. ”Dana BOSDA bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan di bidang pendidikan, bisa untuk sarana dan prasarana, maupun untuk beberapa kebutuhan lainnya,” terang Sanusi.

Warga asli Kecamatan Gondanglegi ini menambahkan, anggaran BOSDA yang disediakan Pemda Kabupaten Malang ini, bersumber dari dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). ”Anggaran BOSDA akan direalisasikan pada tahun 2020 mendatang,“ ungkapnya.

Ketika ditanya jika target yang ditentukan tidak terealisasi, Sanusi mengaku jika nantinya pihaknya bakal melakukan evaluasi. Langkah tersebut diambil untuk mencari penyebab, akan melesetnya target yang sudah ditentukan. ”Harapannya kualitas pendidikan di Kabupaten Malang bisa meningkat secara signifikan. Semua yang terlibat dibidang pendidikan harus mendukung target lulus 100 persen dengan nilai rata-rata 9 tersebut,” pungkasnya.