(dari kiri ke kanan) Kepala Dinas Pendidikan Zubaidah, Wali Kota Malang Sutiaji, dan Kepala Dinas Kesehatan Supranoto. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
(dari kiri ke kanan) Kepala Dinas Pendidikan Zubaidah, Wali Kota Malang Sutiaji, dan Kepala Dinas Kesehatan Supranoto. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji memberi pengarahan kepada Kepala SD Negeri dan Swasta perihal Kesehatan dan Lingkungan Sekolah di Aula Dinas Pendidikan Kota Malang, Rabu sore (30/10/2019).

Dalam pengarahannya, ia sempat menyinggung soal kasus difteri yang ramai diberitakan media beberapa hari terakhir. 

Ia meminta kepala sekolah agar berhati-hati, namun tidak terlalu berhati-hati.

"Kemarin lagi rame masalah difteri. Itu memang harus hati-hati. Hati-hati wajib tapi kalau terlalu hati-hati juga tidak baik. Karena jadinya nanti was-was," ucapnya.

Ia pun menjelaskan kronologi kasus difteri di MIN 1 Malang yang viral belum lama ini. 

Ternyata, anak yang diduga carier virus tersebut sama sekali tidak benar.

"Kejadian di MIN kemarin itu ceritanya berawal ada yang tidak bisa masuk sekolah karena sakit. Setelah itu diperiksa katanya dia kena carier. Lalu dirunut semua temannya dirujuk. Dari 33 anak yang kena carier itu hanya 10 sampai 11. Tidak tahunya setelah diambil 200-an anak, ternyata justru yang pertama kena carier negatif. Setelah itu tambah rame karena sekolah libur. Malang jadi darurat difteri," bebernya.

Padahal, kata Sutiaji, pengidap difteri di Kota Malang hanya 6 orang. Dan itupun orang dewasa, bukan anak-anak. Sekarang, keenam orang tersebut telah sembuh.

Sutiaji lalu menjelaskan, adanya carier ialah lantaran adanya keengganan orang tua untuk mengimunisasikan anaknya.

"Memang ada keengganan orang tua yang ketika dapat imunisasi dari program-program kesehatan, anaknya tidak boleh karena kuatir membuat sakit panas setelah diimunisasi," paparnya.

Padahal, imunisasi membuat kekebalan tubuh anak kuat dan tidak mudah terjangkit penyakit.

Maka, pemahaman dari kepala sekolah kepada guru dan paguyuban hingga ke wali murid menjadi penting.

"Maka penting bagi kepala sekolah untuk menjelaskan kepada guru sekolah, paguyuban, setelah itu kepada wali siswa," pintanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah juga berpesan agar orang tua tidak takut untuk mengikutkan anaknya imunisasi.

"Pesan saya, mohon orang tua juga memberikan bekal kepada anaknya tidak usah takut program imunisasi. Ini adalah program pemerintah yang tidak mungkin untuk hal yang tidak baik," tegasnya.

Sementara di sekolah, ia juga meminta UKS untuk lebih diperkuat. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa sehat dimulai dari diri sendiri.

"Kita kan sudah membudayakan UKS. UKS itu slogannya adalah sehat dimulai dari saya. Kalau semua sudah sepakat sehat dimulai dari saya, berarti semua orang harus menjaga kesehatan," tukasnya.