Angin kencang membawa tanah kering di Desa Sumber Brantas
Angin kencang membawa tanah kering di Desa Sumber Brantas

MALANGTIMES - Saat terjadinya bencana alam angin kencang yang melanda kawasan Desa Sumber Brantas Kota Batu ternyata kecepatannya maksimum mencapai 80 km/jam. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu hingga saat ini terus memantau pergerakan angin.

Melihat angin kencang kerap melanda Kota Batu sewaktu-waktu. Akibat dari kejadian ini, mengharuskan warga mengungsi ke tempat aman. Agar tak terulang, kini BPBD Kota Batu akan memberikan peringatan jika angin mencapai 45 km/jam.

Baca Juga : Jika Covid-19 Sampai Menyebar di Korea Utara, Kim Jong Un Beri Ancaman Ini pada Pejabatnya

“Angin yang memiliki kecepatan 60 km/jam bisa menjadi angin puting beliung. Jadi jika sudah mencapai 45 km/jam kita akan beri peringatan kepada warga,” ungkap Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim

Dari data Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Kelas II Malang, angin kencang di Desa Sumber Brantas, pada Sabtu dan Minggu dengan kecepatan angin maksimum mencapai 80 km/jam. Tidak ingin kecolongan BPBD Kota Batu terus melalukan pemantauan.

“Jika angin mencapai 45 km/jam kita harus segera bertindak. Karena bencana yang lalu itu cukup membahayakan,” imbuhnya.

Menurut BPBD Kota Batu ada tujuh daerah yang berpotensi terdampak bencana. Di antaranya Bulukerto, Punten, Bumiaji, Torongrejo, Pendem Oro-oro Ombo, dan Tlekung.

Baca Juga : Quraish Shihab Tegaskan Wabah Covid-19 Bukan Azab Allah

Data itu merupakan hasil dari evaluasi catatan BPBD Kota Batu sejak tahun lalu. Karena itu warga juga perlu waspada jika terdapat angin kencang.