Tangkapan layar warganet yang usung #MendagriSisirAnggaran (Twitter)
Tangkapan layar warganet yang usung #MendagriSisirAnggaran (Twitter)

MALANGTIMES - Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta kembali menjadi bahan perbincangan ramai di media sosial. Berbagai persoalan anggaran terus menerus menghiasai media, baik dari septic tank senilai Rp 166,2 miliar, promosi pariwisata kepada 5 influencer sebesar Rp 5 miliar, biaya renovasi rumah dinas gubernur Rp 4,7 miliar, jalur sepeda Rp 73 miliar, sampai belanja ballpoint sebesar Rp 123 miliar.

Belum reda, kini mencuat lagi anggaran belanja lem aibon untuk 37.500 murid, senilai Rp 82 miliar.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

Sontak saja, anggaran lem aibon dengan peruntukan 2 kaleng per bulan per murid selama satu tahun anggaran, membuat masyarakat kembali ramai.

"Dulu Pelajar Jakarta di tawari Rovulusi Putih atau minum susu setiap hari..Lah tapi Kok Faktanya malah diberikan LEM AIBON.. Iki piye @aniesbaswedan ..?? Apakah ini mksdnya gak ad susu, Lem pun jadi..??" tulis @Airin_NZ, Rabu (30/10/2019).

Ramainya persoalan lem aibon Rp 82 miliar itu pertama kali dibongkar oleh salah satu anggota DPRD DKI, William Aditya Sarana. Melalui akun Instagramnya @willsarana, William yang politisi PSI ini awalnya mempermasalahkan, tak bisanya publik mengakses dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 di situs apbd.jakarta.go.id.

“Namun kami berhasil mendapatkan cara untuk mengaksesnya. Lalu kami temukan anggaran yang cukup aneh lagi yaitu pembelian lem Aibon sebesar Rp 82 miliar lebih oleh Dinas Pendidikan,” tulis William dalam akunnya.

Sontak saja hal ini membuat masyarakat heboh. Melalui medsos, mereka pun mempertanyakan dan meminta agar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk melakukan penyisiran APBD DKI Jakarta.

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

Tagar #MendagriSisirAnggaran pun menjadi trending topik saat ini. Dimana terdapat 14,2 ribu perbincangan terkait persoalan anggaran DKI Jakarta 2020 mendatang yang dinilai warganet 'ngawur'.  Warganet pun meminta kepada Tito untuk menyisir berbagai keanehan dan keganjilan anggaran miliaran rupiah tersebut.


Gus_Raharjo menuliskan, "#MendagriSisirAnggaran ayo Pak tito Lem Pejabat yang hambur hambur," ujarnya berharap.
Hampir rata-rata warganet yang mengusung #MendagriSisirAnggaran meminta kepada Tito yang juga secara lugas menyampaikan harapannya terkait program pemerintah pusat sejalan dengan pemerintah daerah. "Kita  juga ingin memastikan, setiap dana yang dikucurkan pemerintah diimplementasikan dalam program yang dapat berguna bagi masyarakat," ucap eks Kapolri ini.
Harapan besar warganet untjk menyisir anggaran yang dianggap janggal dan aneh itu, didasarkan juga pada hal serupa. Seperti yang disampaikan oleh @AbellineB, bahwa keberadaan Tito sebagai Mendagri memberikan efek tersendiri.
"Efek Dari Pak Tito Menjadi Mendagri, Anggaran Septic Tank DKI Menyusut Dari 166 M Menjadi 10 M. #MendagriSisirAnggaran," cuit @AbellineB.
Ramainya anggaran lem aibon Rp 82 miliar ini pun berimbas pada Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Pernyataan pun dilontarkan untuk mendinginkan suasana oleh Susi Nurhati Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang menyampaikan kepada oublik, bahwa anggaran itu dimungkinkan salah ketik.
“Kami sedang cek kembali apakah ini salah ketik atau bagaimana.  Kami akan lakukan penyisiran kembali untuk mengecek ulang," ujar Susi seperti dikutip kompas.com.
Pernyataan Susi tak membuat warganet diam. Apalagi ada pernyataan lainnya yang dilontarkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat. Dirinya menyatakan, tidak ada anggaran Rp 82,8 miliar untuk pembelian lem Aibon dalam program belanja alat tulis kantor 2020, setelah menyisirnya.
Syaefuloh menjelaskan, anggaran Rp 82,8 miliar merupakan anggaran sementara yang dimasukkan ke dalam sistem e-budgeting DKI Jakarta. Dimana peruntukkannya untuk belanja alat tulis kantor seluruh sekolah di Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat.
"Belanja alat tulis kantor yang di situ ada komponen Aibon disampaikan Rp 82 miliar, sebenarnya alat tulis kantor seluruh sekolah. Anggaran itu kita revisi menjadi Rp 22 miliar," ujar Syaefuloh.
Apa lacur pernyataan itu ?
Warganet tak ingin begitu saja percaya dengan pernyataan tersebut. Hal ini terlihat dengan masih ramainya diperbincangkan. Akun @salahsambungya menyampaikan ketakpercayaannya atas pernyataan para pejabat Dinas Pendidikan DKI Jakarta itu.
"Giliran ke GEP, KELUAR ANGGARAN BARU YAITU 22M UNTUK SEMUA ATK! JAUH BOS DARI 22 M UNTUK SEMUA ATK KE 82 M CUMA BUAT NGELEM!! Belanja lem Aibon setiap bulan, tu bocah pada lu suruh ngelem semua? Lem UHU masih masuk akal!," cuitnya.
Pun, dengan @albertboseke yang menuliskan, "Puluhan tahun memelihara budaya penggelembungan anggaran. Sekarang jaman anggaran diawasi bahkan oleh rakyat. Budaya sekarang adalah anggaran terang benderang," ungkapnya.