Tumpukan sampah menggunung di eks TPA Lowokdoro (Pipit Anggraeni/MalamgTIMES).
Tumpukan sampah menggunung di eks TPA Lowokdoro (Pipit Anggraeni/MalamgTIMES).

MALANGTIMES - Lama dinonaktifkan, eks TPA Lowokdoro nampaknya masih dioperasikan hingga sekarang. Hal itu menuai protes dari masyarakat sekitar. Karena bau yang dihasilkan dari tempat pembuangan sampah itu dinilai sangat menyengat.

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Warga melontarkan protes dan mengharapkan pemerintah segera mengambil tindakan tegas. Karena meski telah lama dinonaktifkan, nyatanya masih saja dijadikan sebagai tempat pembuangan saja.

Salah satu warga sekitar eks TPA Lowokdoro, Ismail menyampaikan, hampir setiap hari ia merasakan bau yang sangat menyengat. Hal itu ia sebut sangat menganggu aktivitasnya saat sedang berada di rumah.

"Apalagi kemarin hujan mbak, jadi kena hujan itu baunya tambah parah. Kami juga bingung itu sampah dari mana, karena jumlahnya yang datang kadang sampai beberapa truk," katanya pada MalangTIMES, Rabu (30/10/2019).

Menanggapi itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan jika ia sudah meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan pendataan terhadap pihak yang masih membuang sampah di kawasan tersebut. Selanjutnya ia berjanji akan melakukan tinjauan langsung untuk mengetahui lebih detail kondisi di lokasi.

"Saya masih belum tahu kondisinya seperti apa, secepatnya akan kami lihat seperti apa," katanya.

Dia juga menyampaikan jika kawasan eks TPA Lowokdoro yang ada di perbatasan Kota dan Kabupaten Malang itu sudah direncanakan akan segera dialihfungsikan menjadi taman. Sehingga dalam waktu dekat akan segera ditindaklanjuti.

"Iya, rencananya mau dijadikan taman," imbuh Sutiaji.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Malang Rinawati menambahkan, TPA Lowokdoro telah ditutup sejak lama, tepatnya sekitar 1994. Di sana juga telah ditempatkan penjaga untuk menghalau pembuangan sampah.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

"Tapi mungkin keterbatasan personel, jadi akhirnya tidak bisa memantau secara menyeluruh," terang dia.

Menurutnya, upaya yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah pemadatan dengan cara menguruk tanah dan menimbun sampah. Namun hal itu baru dapat dikerjakan ketika anggaran yang diajukan di APBD 2020 disetujui.