Di-launching di Coffee Times, Buku Kuliner Hindia-Belanda Khazanah Makanan Nusantara Dibawa ke Eropa

Oct 30, 2019 07:15
Penulis buku Pipit Anggraeni (jilbab oranye) dalam agenda Launching dan Bedah Buku Kuliner Hindia Belanda di Coffee Times, Selasa malam (29/10). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Penulis buku Pipit Anggraeni (jilbab oranye) dalam agenda Launching dan Bedah Buku Kuliner Hindia Belanda di Coffee Times, Selasa malam (29/10). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Buku 'Kuliner Hindia-Belanda 1920-1942' resmi diluncurkan. Sebuah buku yang membahas secara mendalam tentang beragam kuliner Nusantara yang telah populer sejak masa Hindia-Belanda dan disajikan ala Eropa.

Peluncuran itu juga diwarnai bedah buku secara rinci di Coffee Times, kawasan Terminal Kopi Malang di Pasar Terpadu Dinoyo lantai 2, Selasa malam (29/10).

Baca Juga : Nongkrong Suasana Asri, Sejuk, dan Tenang Tak Jauh dari Pusat Kota Malang

Penulis buku Pipit Anggraeni menyatakan, beragam makanan Nusantara seperti sayur lodeh, nasi goreng, sate, perkedel, serundeng, kue lapis, dan onde-onde memiliki penyajian yang berbeda ala Eropa. "Sayur lodeh salah satunya. Sejak masa kolonialisme, telah populer. Bahkan banyak makanan yang dibuat oleh koki bumiputera (pribumi) dengan khas penyajian Eropa," ujarnya.

Perempuan yang juga berprofesi sebagai jurnalis MalangTIMES.com ini menjelaskan,  buku tersebut juga berbicara masalah hidangan yang khusus disajikan dalam penyambutan oleh raja-raja Nusantara dengan olahan yang mengacu ala Eropa. Misalnya pemberian bahan wine dan juga butter.

"Dari situlah sebetulnya menu Nusantara kita memengaruhi budaya Eropa. Ada banyak olahan kuliner Nusantara di buku saya yang kemudian dimasak ala Eropa dibahas di sini," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, General Manager MalangTIMES.com Lazuardi Firdaus turut memberikan apresiasi kepada Pipit Anggraeni. Sebagai salah satu wartawan MalangTIMES.com, Pipit juga telah membanggakan tim. Kreativitasnya menulis diharapkan mampu memacu bagi wartawan atau yang lainnya untuk mau menulis buku.

Baca Juga : Cake Kampanye Diabetes, Bikin Auto Bye Bye Makanan Manis Nih

"Bukan hanya menulis di media saja, tapi diharapkan apa yang dikerjakan  Pipit bisa menginspirasi yang lainnya. Soalnya, hal ini juga akan menjadi sejarah di masa depan, bagi kita dan bagi Mbak Pipit sebagai penulisnya. Buku ini juga akan dibedah, semoga bisa menginspirasi kita semua," ungkapnya.

Buku "Kuliner Hindia Belanda 1920-1942) ini dibedah dengan menghadirkan pembanding dari dosen Binus Malang Faisal Hilmy Maulida SHum MHum dan Pemimpin Redaksi MalangTIMES.com Heryanto.

Topik
Buku Kuliner Hindia BelandaKuliner Hindia Belanda 1920 1942Coffee TIMESPasar Terpadu DinoyoPipit Anggraeni
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru