Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Rinawati saat memberi sambutan (Hendra Saputra)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Rinawati saat memberi sambutan (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mempertemukan 50 kampung berprestasi yang mengikuti lomba Kampung Bersinar dengan para akademisi dari beberapa perguruan tinggi di wilayah 'Bhumi Arema' dan  industri. Tujuannya agar ada diskusi keberlanjutan terkait pengembangan kampung yang peduli akan lingkungan.

Bertindak sebagai dinas yang menggelar lomba Kampung Bersinar, DLH memiliki tugas untuk terus mengawal bagaimana pergerakan kampung yang mengikuti lomba agar ada keberlanjutan.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Keberlanjutan dalam hal ini adalah ketika masyarakat sudah membuat kampungnya menjadi pro terhadap lingkungan, tentu harus ada yang membantu bagaimana agar bisa terus berkembang. Nah, berkembang tentu juga harus dibarengi oleh dana dimana seperti diketahui untuk membuat suatu kawasan yang hijau dan pro lingkungan juga membutuhkan dana.

Dengan ini DLH mempertemukan industri, peserta Kampung Bersinar dan juga para akademisi untuk membicarakan satu meja bagaimana ke depannya. Tapi, dalam suatu forum ini DLH juga tetap mendampingi sebagai dinas yang mempunyai hajat.

"Intinya dari kegiatan ini adalah bahwa kami itu kepengen kayak DLH itu istilahnya marketing, ini loh ada potensi tolong dibantu, jangan DLH saja, karena DLH sudah melakukan begini bagaimana suportnya dengan Perguruan Tinggi, untuk berkesinambungan. Dan potensi-potensi ini bisa digali, karena memang RW itu kan keterbatasan pengetahuan dan anggaran, tapi minimal dari RW ini diajak partisipasi (peduli lingkungan)," ujar Kepala Bidang (Kabid) Bina Kemitraan dan Pengendalian Lingkungan DLH Kota Malang, Rahmat Hidayat kepada MalangTIMES.

Dari partisipasi perguruan tinggi nantinya juga diharapkan ada semacam Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak industri agar membantu masyarakat mengelola lingkungan. Sehingga ke depannya ada harapan agar masyarakat Kota Malang semakin peduli lingkungan.

"Tinggal menggerakkan, karena itu otomatis kalau sudah punya nilai gregetnya sudah ada. Daripada ujuk-ujuk dia (masyarakat) ke sini-ke sini. Kita sudah mulai tahap proses, mulai dari April sudah proses lama mulai dari lurah, RT RW, sosialisasi dan mereka sudah ada wujud nyata. Cuma karena untuk mengarah ke depannya perlu pemikiran, perlu pembiayaan juga. Maka dari itu kami mengundang kayak industri, hotel, selain juga perguruan tinggi yang bergerak dalam lingkungan," ungkapnya.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Lanjut Rahmat, CSR yang kebanyakan investor besar saat ini diarahkan agar melihat kampung di sekitarnya. Hal itu dilakukan agar bisa ada sinergi satu tujuan untuk kepentingan lingkungan hidup. "Ada seperti Bentoel, Sampoerna, kayak gitu, terutama yang sering melakukan CSR. Jadi DLH ini menjembatani saja," pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala DLH Kota Malang Rinawati berharap dengan adanya kegiatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta Kampung Bersinar agar memperoleh ilmu dari akademisi, sehingga membuat para pelaku industri tertarik untuk ikut serta di dalamnya. "Ini suatu kesempatan bagi peserta Kampung Bersinar, kami di sini hanya menjembatani saja. Karena menurut saya banyak potensi yang bisa dimaksimalkan dari kampung-kampung," jelasnya.