Bupati Malang HM Sanusi (kanan) dan Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi, saat melakukan monitoring ke saluran IPA yang ada di Kecamatan Tirtoyudo (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi (kanan) dan Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi, saat melakukan monitoring ke saluran IPA yang ada di Kecamatan Tirtoyudo (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bupati Malang HM Sanusi beserta rombongan di Kecamatan Tirtoyudo, Selasa (29/10/2019), menyempatkan diri mendatangi IPA (Instalasi Pengolahan Air) yang ada di wilayah Malang Selatan saat melakukan serangkaian agenda Gema (Gerakan Membangun) Desa di Kecamatan Tirtoyudo, Selasa (29/10/2019). 

Sebelum melakukan monitoring, Bupati Malang beserta Dirut (Direktur Utama) Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi. Terlihat telaten saat mengenakan rompi plus helm keselamatan.

Setelah memasang kelengkapan keselamatan yang serba berwarna mencolok tersebut, Sanusi dan Syamsul nampak begitu hati-hati saat menaiki anak tangga yang memiliki ketinggian sekitar 8 meter tersebut.

”Instalasi yang ada di wilayah Kecamatan Tirtoyudo ini, sudah dibangun sejak 2013. Saat dibangun membutuhkan anggaran Rp 12 miliar, dana itu diambil dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah),” kata Syamsul.

Hingga saat ini, dengan adanya IPA tersebut sudah ada 8 dari 13 desa yang sudah mendapatkan pasokan kebutuhan air bersih . Dimana untuk mendapatkan per satu meter kubik air, masyarakat hanya dikenakan biaya senilai Rp 1.900. ”Harga yang dipatok terhitung sudah sangat murah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah Kecamatan Tirtoyudo ini,” terang Syamsul.

Dengan kapasitas IPA yang ada di Kecamatan Tirtoyudo tersebut, lanjut Syamsul, sudah bisa dimanfaatkan untuk 1.600 sambungan rumah. Sedangkan dari segi penghasil air, dalam setiap detiknya mampu menghasilkan sebanyak 20 liter air. ”Ke depan akan terus kami tingkatkan, tidak harus sumber air potensial. Selama ada potensi air, baik permukaan air tanah maupun hanya sekedar sungai, akan tetap bisa kita olah dan kelola agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pasokan air bersih bagi masyarakat,” ungkap Syamsul.

Dalam kegiatan Gema Desa Kali ini, Perumda Tirta Kanjuruhan juga memberikan bantuan sarana air bersih ke salah satu mushola yang ada di Kecamatan Tirtoyudo. Selain itu, Perusahaan yang berlokasi di wilayah Kebonagung, Kecamatan Pakisaji ini, juga membagikan sembako kepada warga yang membutuhkan.

”Pada agenda Gema Desa di Kecamatan Tirtoyudo ini, kami juga membagikan sebanyak 75 paket sembako kepada warga yang tidak mampu,” ujar Syamsul saat ditemui MalangTIMES.com, disela agenda Gema Desa.

Ditemui di saat bersamaan, Bupati Malang HM Sanusi, mengaku sangat mengapresiasi atas komitmen Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang tersebut. Menurutnya, pasokan air yang sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, memang harus dilayani secara layak dan memadai.

”Terima kasih sudah bersedia memberikan bantuan dengan cara membagi sembako dan sumber air bersih ke mushola yang ada di sini. Jika keuangan dari Perumda Tirta Kanjuruhan dirasa sudah cukup, mungkin kelebihannya bisa disalurkan bagi lembaga sosial. Harapannya lembaga sosial yang ada di Kabupaten Malang, dapat pelayanan air bersih secara geratis,” pungkasnya.