Gus Muwafiq Singgung Kerukunan Jokowi dan Prabowo

MALANGTIMES - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kini resmi mengemban jabatan Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju yang dibentuk Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Padahal, sebelumnya Prabowo menjadi rival Jokowi dalam dua kontestasi Pilpres tahun 2014 dan 2019.

Bersatunya Jokowi dan Prabowo pun menggelitik Gus Muwafiq, ulama Nahdlatul Ulama (NU) dari Yogyakarta untuk berkomentar. Hal ini menjadi satu pelajaran bagi masyarakat agar tidak terlalu fanatik.

"Yang kemarin 01 02, jangan terlalu serius. Apalagi sekarang Pak Jokowi sama Pak Prabowo jadi satu. Ini hanya terjadi di Indonesia," ucapnya dalam Ngaji Kebangsaan dalam rangka Hari Santri Nasional 2019 dengan tema "Dialektika Islam dan Kebangsaan: Tafsir Kontekstual Resolusi Jihad untuk Keilmuan dan Peradaban" di Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya (UB), Selasa (29/10/2019).

Ia juga meminta agar pendukung Jokowi dan Prabowo dulu tidak perlu malu dengan kerukunan keduanya. "Yang kemarin mau jihad, mau apa, nggak usah malu. Pak Jokowi, Pak Prabowo orang-orang hebat di Indonesia," tandasnya.

Pada akhirnya, lanjutnya, dengan adanya kejadian ini, 5 tahun ke depan, masyarakat juga akan takut apabila berseberangan terlalu serius. "Selesailah para suporter-suporter ini. Ampun sudah sekarang ketemu strategi berangkulan antaranya orang Jawa Solo dan Jawa Manado," ujarnya.

"Makanya biasa aja," imbuhnya kemudian.

Kerukunan, katanya, sudah ada sejak era Brawijaya. Bangsa ini dirukunkan dalam satu kerukunan besar yang bernama Bhinneka Tunggal Ika. "Setelah itu saling jaga. Hindu jaga Budha, Budha jaga Hindu. Maka kemudian kalau ada banser ansor jaga gereja nggak usah ribut. Itulah warisan asli bangsa Indonesia," bebernya.

Di Bali pun, lanjutnya, yang menjaga masjid ialah pecalang. Sementara di New Zealand yang menjaga masjid adalah orang nasrani.

"Nggak usah ribut. Udah biasa aja di Indonesia," pungkas Muwafiq.

Top