Malam Umbar Kata di Coffee Times, Wadah bagi Insan Muda untuk Kemajuan Bangsa

MALANGTIMES - Malam Umbar Kata. Program yang digelar media online MalangTIMES.com itu memang baru diperkenalkan. Namun geloranya terasa luar biasa dan mendorong generasi muda untuk menyumbangkan pemikirannya demi kemajuan bangsa Indonesia.

Hal itu tampak jelas terlihat dalam Malam Unmbar Kata yang digelar untuk kali kedua pada Senin (28/10/2019) malam di Coffee Times, lantai dua Pasar Terpadu Dinoyo. Di situ, para pemuda dan pemudi dari berbagai unsur kelompok bertemu dalam satu forum membahas peran strategis pemuda dalam membangun bangsa ini.

Mengangkat tema pemuda, Malam Umbar Kata yang digelar tersebut diawali dengan diskusi bertajuk "Sumpah, Pemuda Pernah Bersumpah". Narasumber yang hadir mengisi acara adalah Pimpinan Redaksi (Pimred) MalangTIMES.com Heriyanto, perwakilan dari Pelangi Sastra Malang Ajun Nimbara, serta pembina DMF dan BEM Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Heppy Jundan H.

Memulai diskusi, perwakilan dari Pelangi Sastra Malang Ajun Nimbara membahas peran pemuda serta penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Dia juga menekankan betapa bahasa sastra yang digelorakan para tokoh pemuda selama ini selalu berhasil memberi efek domino yang cukup besar.

"Kita bisa lihat bagaimana karya sastra mampu membawa perubahan pada negeri ini. Kita bisa lihat itu melalui karya sang maestro negeri seperti Chairil Anwar," katanya dalam diskusi yang disaksikan puluhan pasang mata yang hadir menyesaki Coffee Times.

Dia pun mengajak berdiskusi terkait semangat dan idealisme para sastrawan muda dalam membangun negeri ini. Terutama berkaitan dengan esensi dari ideologi itu sendiri, apakah masih bisa diterapkan di era digitalisasi seperti sekarang atau tidak.

"Yang harus menjadi perhatian kita adalah apakah idealisme generasi pertama kita masih harus kita lanjutkan. Dan apakah puisi yang disampaikan masih sesuai dengan idealisme kita hari ini? Ini perlu kita bincangkan bersama," ucapnya.

Sementara, Heppy Jundan  berpendapat, pemuda memiliki peran strategis dalam kemajuan bangsa. Itu sebabnya, pemuda tidak bisa egois dengan ideologinya sendiri. "Terlebih kita hidup bersosial, maka tidak bisa seorang pemuda egois dengan apa yang ia inginkan sendiri," terangnya.

Lebih jauh dia menyampaikan, peringatan Hari Sumpah Pemuda tentunya harus menjadi momentum bagi pemuda untuk mengisi dengan hal-hal positif. Di era digitalisasi seperti sekarang, pemuda tentunya dituntut untuk lebih kritis dengan setiap kondisi yang terjadi. Tanpa gegabah mengambil keputusan sebelum mengetahui kondisi sebenarnya yang terjadi. "Pemuda harus kritis dan memiliki independensi yang tentunya juga harus memihak," katanya.

Dia juga berpendapat jika era globalisasi seharusnya tak hanya dinilai untuk eksistensi pemuda melalui media sosial saja. Melainkan menjadi cara yang tepat untuk menyalurkan pikiran kritisnya untuk pembangunan negeri ini.

"Saya sangat mengapresiasi karena MalangTIMES sebagai media online mau memberi ruang bagi pemuda untuk berpikir kritis. Jadi, anak muda tak hanya berdiam di zona nyamannya saja," tegasnya.

Dia berharap MalangTIMES terus mengawal pikiran-pikiran kritis dan positif dari pemuda melalui Malam Umbar Kata yang digelar. Sebab, itu akan membuat anak muda mulai membuat langkah baru dengan cara yang berbeda pula.

Menanggapi itu, Pimpinan Redaksi MalangTIMES.com Heriyanto menyampaikan, sebagai media berjejaring terbesar di Indonesia, MalangTIMES siap memberikan ruang kepada seluruh insan muda, utamanya pegiat sastra, untuk menyumbangkan pemikirannya. Pikiran-pikiran positif itu ke depan akan

"Kami beri ruang seluas-luasnya kepada pemuda dan pegiat sastra untuk menyampaikan pemikirannya," kata Heri.

Sebagai media, MalangTIMES akan memberi kesempatan para pemuda menyebarluaskan karyanya. Bukan hanya sekadar pemberitaan dalam bentuk tulisan saja. Melainkan setiap puisi yang dibacakan akan divideokan untuk kemudian disebarluaskan melalui konten yang dimiliki MalangTIMES. "Siapa pun yang berdiri di panggung Malam Umbar Kata akan kami fasilitasi penuh," tandasnya.

Sementara itu, pengelola Coffee Times A Yahya menjelaskan, Malam Umbar Kata sebelumnya digelar pertama dalam rangka memperingati Hari Pangan. Dalam kegiatan tersebut, diskusi ringan digelar dan sebelumnya diselingi dengan pembacaan puisi. Antusias sangat tinggi dan kegiatan berjalan lancar.

Untuk mengulang kesuksesan itu, Malam Umbar Kata kembali dihadirkan. Kali ini bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Sama dengan Malam Umbar Kata sebelumnya, event tersebut akan kembali memberi kesempatan pada seluruh insan untuk memberikan kritik melalui sebuah puisi.

"Diawali dengan diskusi, dan kemudian dilanjutkan dengan pembacaam puisi. Siapa pun bisa ikut serta dan datang," terangnya.

Kegiatan Malam Umbar Kata kali ni diselenggarakan MalangTIMES dan didukung penuh oleh Coffee Times, Satukanal.com, PMII, IMABSII, HMJ PBSI Unisma, Pelangi Sastra Malang, Sastra Titik Koma, Laskar Pujangga, Lamongan on Rock, dan Sampar Mbojo.

Top