Tersangka Andrianto alias Gento (tengah baju biru) saat diamankan petugas gabungan karena terlibat kasus pencurian (Foto : Polsek Bantur for MalangTIMES)
Tersangka Andrianto alias Gento (tengah baju biru) saat diamankan petugas gabungan karena terlibat kasus pencurian (Foto : Polsek Bantur for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kaki sebelah kiri Andrianto alias Gento warga Dusun Krajan, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare ini terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh polisi. Tindakan tegas terukur itu diambil Petugas gabungan dari Unit Reskrim Polsek Bantur, Polsek Kalipare, dan Resmob Polres Malang lantaran Gento sempat berupaya kabur saat hendak diringkus petugas.

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

”Tersangka Gento yang baru saja kami amankan ini, diringkus petugas gabungan karena terbukti melakukan tindak kejahatan Curanmor (pencurian kendaraan bermotor),” kata Kapolsek Bantur, AKP Nuryono, Senin (28/10/2019).

Terungkapnya kasus ini, lanjut Nuryono, bermula dari tertangkapnya tersangka Susianto. Salah satu warga Jalan Manggar, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung ini, diringkus petugas gabungan dari Polsek Bantur dan Donomulyo lantaran terbukti melancarkan aksi Curanmor.

Dari laporan yang diterima kepolisian, kendaraan yang dicuri oleh pria 36 tahun ini, adalah satu unit motor Beat nopol N-3902-EET. Motor matic tersebut merupakan milik Karsum (54) warga Dusun Sumberagung, Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur.

Aksi pencurian itu terjadi pada bulan Maret 2019 malam. Sebelum hilang lantaran dicuri, kendaraan milik korban diketahui sedang terparkir di dalam rumah. ”Tersangka masuk ke dalam rumah korban dengan cara merusak dinding bagian belakang. Setelah merusak dinding rumah korban yang terbuat dari anyaman bambu tersebut, pelaku kemudian mengambil kunci motor dan membawanya kabur melalui jalan semula,” terang Nuryono.

Sekitar 7 bulan berselang, tepatnya pada hari Kamis (24/10/2019) polisi akhirnya berhasil mengendus keberadaan pelaku pencurian. Tersangkanya adalah Susianto, yang kemudian diringkus petugas saat yang bersangkutan berada dikediamannya.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Di hadapan penyidik, Susianto bernyanyi jika dalang di balik kasus curanmor ini adalah Gento. Berawal dari pengakuan inilah, polisi akhirnya menelusuri keberadaan pria 35 tahun tersebut.

Hasilnya, petugas mendapat informasi jika yang bersangkutan melarikan diri ke wilayah Surabaya. Selama memutuskan untuk kabur dari kejaran polisi, Gento diketahui mencari nafkah dengan berjualan bakso. Setelah mendapatkan cukup bukti, petugas gabungan akhirnya dikerahkan untuk melakukan penangkapan pada akhir pekan lalu. ”Selain menjadi otak pencurian, tersangka Gento ini juga menjadi penadah barang curian,” ungkap Nuryono saat dikonfirmasi MalangTIMES.com.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih terus melakukan pengembangan. Diduga kuat, komplotan spesialis curanmor ini beranggotakan sekitar 3 orang. Di mana satu pelaku lainnya saat ini masih berstatus buron. Meski demikian, petugas mengaku sudah mengantongi identitas yang bersangkutan.

”Terhadap tersangka Gento kami jerat dengan pasal 363 KUHP juncto pasal 480 KUHP, tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) kendaraan bermotor, dan penadah barang hasil curian,” tutup perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.