Tanaman Wortel yang tanahnya terbawa angin kencang pasca bencana alam di Desa Sumber Brantas.
Tanaman Wortel yang tanahnya terbawa angin kencang pasca bencana alam di Desa Sumber Brantas.

MALANGTIMES - Ada dua desa yang mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana angin kencang di Kecamatan Bumiaji. Yakni Desa Sumber Brantas dan juga Desa Tulungrejo. 

Ke dua desa ini mengalamai kerugian yang cukup banyak akibat bencana tersebut. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu ke dua desa itu mengalami kerugian hingga ratusan hektare. 

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

Rinciannya Dusun Jurang Kuali Desa Sumber Brantas yang menimpa 12 bangunan Green House dan juga lahan pertanian berupa komoditi Wortel, Kentang dan juga Sawi. Dengan luasan lahan yang terdampak mencapai kurang lebih 105,45 hektar.

Sedangkan di Desa Tulungrejo hanya ada tiga bangunan Green House yang terdampak. Lahan pertanian yang rusak seluas 201,37 hektar komoditi apel. “Akibat bencana alam ini yang akan panen gagal panen. Yang masih tanam mengalami kerusakan, semuanya,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono, Senin (28/10/2019).

Ia menambahkan, akibat bencana itu Pemkot Batu akan membantu kerugian tersebut, berupa renovasi dari sektor pertanian. Upaya yang akan dilakukan itu dengan menganggarkan dana sebesar Rp 2 Miliar bakal digelontor oleh Dinas Pertanian. “Anggaran yang akan dikeluarkan itu melalui anggaran Kedaruratan, untuk menanggulangi kerusakan akibat angin kencang, khususnya di bidang pertanian,” katanya.

Dari data di lapangan, memang untuk saat ini harga apel yang terdampak hanya dihargai Rp. 1000 perkilogramnya. Padahal saat panen normal, harga apel bisa mencapai Rp 5 hingga 15 ribu perkilonya.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

Menurutnya bantuan tersebut nantinya dikhususkan bagi anggota kelompok tani (Gapoktan) saja. Sedangkan petani mandiri yang juga terdampak, Sugeng masih perlu berkoordinasi dengan beberapa pihak.

Hingga hari ini BPBD Kota Batu menyebut jika total warga yang terdampak sebanyak 4972 jiwa. Dengan 1357 jiwa sempat mengungsi di pos pengungsian dan 1000 sisanya memilih bertahan. Sisanya mengungsi di rumah kerabat. Selain itu, bangunan yang terdampak hingga hari ini mencapai 557 unit rumah. Dengan rincian 445 unit rusak ringan, 122 unit rusak sedang dan 10 unit lainnya mengalami rusak berat. Kemudian 1 mushola mengalami kerusakan, 1 gereja rusak sedang dan dua sekolah rusak parah. Sisanya ada jaluran listrik dan juga HIPPAM.